Akibat letusan gunung berapi

Akibat letusan gunung berapi – Berdasarkan jumlah gunung berapi dan jumlah korban jiwa manusia akibat letusannya, Indonesia termasuk kategori negara rawan bencana letusan gunung berapi. Bahaya letusan gunung berapi dapat berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap kehidupan manusia. Bahaya langsung yang diakibatkan oleh letusan gunung berapi sebagai berikut.

1. Leleran lava
Leleran lava gunung berapi merupakan cairan lava yang pekat dan panas sehingga merusak segala kehidupan serta sarana dan prasarana yang dilaluinya. Kecepatan aliran lava sangat tergantung pada kekentalan magma dalam perut gunung. Semakin rendah kekentalannya maka semakin jauh jangkauan alirannya. Suhu lava pada saat dierupsikan atau dimuntahkan berkisar antara 800°-1.200°C. Di Indonesia leleran lava yang dimuntahkan gunung berapi berkomposisi menengah dan bergerak cukup lamban sehingga kita dapat menghindari dari terjangannya.

2. Aliran piroklasik (awan panas)
Aliran piroklasik dapat terjadi akibat runtuhan asap erupsi, letusan langsung ke satu arah, guguran kubah lava atau lidah lava, dan aliran pada permukaan tanah. Aliran piroklasik sangat dipengaruhi oleh gravitasi dan cenderung mengaliri melalui daerah rendah atau lembah. Kecepatan aliran piroklasik mampu mencapai 150-250 km/jam dan alirannya mampu menjangkau jarak puluhan kilometer walaupun bergerak di atas air laut.

3. Jatuhan piroklasik (hujan abu vulkanik)
jatuhan piroklasik atau hujan abu terjadi dari letusan gunung berapi yang membentuk asap cukup tinggi. Ketika energi letusan habis, abu akan menyebar sesuai arah angin kemudian jatuh lagi di permukaan bumi. Hujan abu ini tidak hanya menjadi bahaya langsung bagi manusia tetapi endapan abunya akan merontokkan daun-daun dan pada ketebalan tertentu dapat merobohkan atap rumah. Sebaran abu di udara dapat menggelapkan angkasa beberapa saat dan membahayakan jalur udara serta transportasi darat maupun laut.

4. Letusan lahar
Umumnya lahar letusan terjadi pada gunung berapi yang mempunyai danau kawah. Apabila volume air kawah cukup besar maka akan menjadi ancaman langsung bagi kehidupan makhluk hidup ketika terjadi letusan dengan menumpahkan lumpur panas.

5. Gas vulkanik beracun
Ternyata letusan gunung berapi bisa menyebabkan munculnya gas beracun. Gas ini umumnya muncul pada gunung berapi aktif, berbentuk gas CO, CO2, HCN, H2S, atau SO2. Pada konsentrasi di atas ambang batas gas ini dapat menimbulkan kematian jika terisap.

Selain mengakibatkan dampak secara langsung, saat atau setelah terjadi letusan gunung berapi juga dapat menyebabkan hal-hal berikut.

a. Lahar hujan
Lahar hujan akan terjadi jika endapan material yang lepas hasil erupsi atau letusan gunung berapi yang diendapkan di puncak dan lereng terbawa oleh hujan atau air permukaan. Aliran lahar ini berbentuk aliran lumpur yang sangat pekat sehingga dapat mengangkut material berbagai ukuran. Lahar hujan ini juga dapat mengubah topografi (bentuk) sungai yang dilaluinya dan merusak sarana yang lain.

b. Banjir bandang
Letusan gunung berapi juga dapat mengakibatkan banjir bandang. Banjir ini disebabkan longsoran laterial vulkanik lama pada lereng gunung berapi dan dipicu oleh curah hujan cukup tinggi. Aliran lumpur ini tidak begitu pekat seperti lahar tetapi cukup membahayakan penduduk yang bekerja di sungai jika tiba-tiba terjadi banjir lumpur.

c. Longsoran vulkanik
Longsoran vulkanik dapat terjadi akibat letusan gunung berapi, eksplosi uap air, alterasi batuan pada tubuh gunung berapi sehingga menjadi rapuh atau terkena gempa bumi berkekuatan tinggi. Longsoran vulkanik ini jarang terjadi di gunung berapi secara umum sehingga dalam peta kawasan rawan bencana tidak mencantumkan bahaya akibat longsor vulkanik.

Jangan salah sangka bahwa gunung berapi ketika meletus hanya merugikan dan membahayakan kehidupan kita. Ternyata gunung meletus memberikan manfaat bagi kehidupan khususnya di daerah-daerah sekitar letusan gunung. Berikut ini merupakan manfaat letusan gunung berapi bagi kehidupan manusia.
- Gunung berapi mampu menghasilkan panas bumi yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber tenaga bagi pembangkit listrik.
- Menghasilkan bahan-bahan bermanfaat berikut.

  • Abu vulkanik dapat menyuburkan tanah di sekitar gunung.
  • Bahan yarosit dan belerang dapat dipakai untuk bahan kimia.
  • Bahan tawas dapat dipakai sebagai penjernih air dan pasir.
  • Pasir, kerikil dan batuan dapat digunakan sebagai bahan bangunan.

- Panorama keindahan gunung dapat untuk menarik wisatawan.
- Gunung yang memiliki kawasan hutan dapat digunakan sebagai pengatur tata air dan sumber mata air.

Tagged as: akibat gunung meletus . akibat letusan gunung berapi . dampak letusan gunung berapi . akibat dari gunung meletus .

Leave a Reply

Your email address will not be published.


− one = 2

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>