Tahu bermutu

Alat pembuatan tahu

Alat pembuatan tahu – Tahu yang bermutu dipengaruhi oleh cara pembuatannya. Selain itu, juga dipengaruhi oleh alat-alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan tahu. Pembuatan tahu yang asal-asalan akan membuat tahu tidak baik untuk dimakan. Alat-alat yang digunakan dalam pembuatan tahu sebagai berikut.

Timbangan dan takaran
Kedelai sebagai bahan baku tahu biasanya selalu ditimbang sebelum diolah menjadi tahu. Sebelum dicampur dengan kedelai, air yang digunakan ditakar terlebih dahulu. Gelas ukur dapat digunakan untuk menakar air tersebut. Berat kedelai yang telah ditimbang dan banyaknya air yang ditakar diolah sedemikian rupa agar dihasilkan tahu yang baik.

Alat untuk menjemur
Tahu bermutuSaat ini, penjemuran kedelai banyak menggunakan pelat alumunium. Lamanya penjemuran kedelai kira-kira 2-3 hari. Alumunium banyak digunakan untuk menjemur kedelai karena alumunium termasuk logam penghantar dan pemantul panas yang baik. Kedelai yang dijemur akan mengering. Hal ini menyebabkan kedelai panas dari setiap penjuru lebih cepat kering.

Pelat alumunium yang digunakan untuk menjemur kedelai biasanya berukuran 1×2 m. Akan tetapi, saat ini orang-orang lebih sering menggunakan lengser (baki) alumunium. Pelat-pelat alumunium tersebut kemudian dijemur di atas rak penyangga yang terbuat dari bambu utuh. Pada zaman dahulu, pengeringan kedelai dilakukan tanpa menggunakan pelat alumunium. Biasanya mereka menjemur kedelai secara langsung diluar rumah atau di atas lantai semen.

Bak perendaman kedelai
Sebelum digiling, biasanya kedelai direndam terlebih dahulu di dalam bak. Hal ini dilakukan agar kedelai lebih lunak sehingga mempermudah dalam penggilingan. Bak perendaman kedelai dapat dibuat dari semen. Selain itu, dapat juga digunakan bak plastik berukuran besar. Bak plastik banyak digunakan karena dapat dipindah-pindahkan.

Penggiling kedelai
Pada zaman dahulu, penggilingan kedelai terbuat dari batu. Alat ini digerakkan oleh tenaga manusia. Hasil gilingan kedelai yang diperoleh adalah 2-5 kg per jam. Semakin lembut kedelai, semakin baik pula kualitasnya. Namun, saat ini yang paling banyak digunakan adalah penggiling kedelai dari mesin. Penggunaan alat ini lebih mudah karena menggunakan energi listrik. Selain itu, hasil gilingan yang diperoleh lebih banyak, yaitu 50 kg per jam.

Bak penampung
Bak ini digunakan untuk menampung bubur kedelai hasil penggilingan. Bak ini biasanya dilengkapi dengan pengukur isi. Oleh karena itu, setiap bubur kedelai hasil penggilingan dapat diketahui isinya.

Alat perebus bubur kedelai
Alat yang digunakan untuk merebus bubur kedelai adalah wajan yang disatukan dengan dapur pembakaran dan disemen. Alat perebusan ini juga digunakan pada pembuatan tempe, kecap, dan tauco. Pada pembuatan tahu, perebusan kedelai tidak memerlukan penutup karena sari kedelai mudah meluap pada saat mendidih.

Bak penggumpalan protein
Bak ini biasanya dibuat berdekatan dengan bak perebusan agar kerjanya lebih cepat dan mudah. Bak ini terbuat dari semen dan ukuran volumenya sama dengan bak perebusan bubur kedelai. Bagian bawah bak ini bentuknya menyerupai wajan.

Bak penyimpanan cairan bekas
Bak penyimpanan cairan bekas ini dapat dibuat dari semen atau dari plastik seperti jerigen plastik. Letak bak penyimpanan cairan bekas harus berdekatan dengan bak penggumpalan protein.

Kain saring
Kain saring dapat menggunakan kain putih yang ditenun jaring. Kain ini digunakan untuk memisahkan cairan sari kedelai dengan ampasnya. Pada setiap ujung kain dipasang kawat gantungan, kemudian dikaitkan pada ujung-ujung kayu yang bersilangan. Pasangan kayu silang dan kain tersebut digantungkan dengan rantai besi, letaknya tepat di atas bak penggumpal tahu.

Cetakan tahu
Cetakan tahu ada yang berbentuk lempengan atau nampan. Cetakan ini digunakan pada saat menuangkan bubur kedelai. Selain itu, ada juga cetakan tahu yang berbentuk petak-petak kecil. Kadang-kadang, ditemukan juga cetakan khusus satu per satu. Hasil cetakan tahu dari alat ini biasanya berbentuk cembung.

Alat-alat pendukung lainnya untuk pembuatan tahu sebagai berikut:
- Alat kempa (alat pres), terbuat dari kayu dan digunakan untuk mengeluarkan air dari bubur tahu;
- Alat penghalus, seperti cobek-uleg, lumping alu, atau blender;
- Alat pemanas, seperti kompor brauder;
- Wajan dan pengaduk kayu;
- Tampah atau nyiru, digunakan untuk memisahkan kedelai dari kulitnya (menampi);
- Rege/kalo, digunakan untuk meniriskan tahu;
- Alat pengupas kedelai.

Tagged as: gambar tahu . alat pembuatan tahu . alat pembuat tahu . tahu .

Leave a Reply

Your email address will not be published.


two − 1 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>