Artikel gempa bumi

Artikel gempa bumi – Gempa bumi merupakan suatu gejala alam yang terjadi karena adanya gerakan permukaan bumi. Gerakan disebabkan oleh pergerakan kerak bumi atau lempeng bumi yang berbatu. Gempa bumi terjadi jika tenaga yang tersimpan dalam bumi biasanya dalam bentuk geseran batu tiba-tiba terlepas. Tenaga tersebut disalurkan ke permukaan bumi sehingga menimbulkan gelombang gempa bumi.

Walaupun Bumi yang kita pijak padat tetapi sebenarnya selalu bergerak sehingga gempa bumi terjadi hampir setiap hari. Hanya pada umumnya geterannya kecil sehingga tidak mengakibatkan kerusakan. Gempa bumi kecil semacam ini biasanya juga terjadi mengiringi gempa bumi besar, baik sebelum gempa maupun selepas gempa bumi besar terjadi. Gempa semacam ini disebut gempa susulan.

Gempa bumi terjadi karena pergeseran secara tiba-tiba lapisan tanah di bawah permukaan bumi. Ketika terjadi pergeseran, muncul getaran yang disebut gelombang seismik (getaran gempa yang menjalar di dalam dan di permukaan bumi). Selanjutnya gelombang ini menjalar menjauhi fokus gempa (sumber gempa di dalam bumi, tempat batuan pertama patah) dan menyebar ke segala arah di dalam bumi. Ketika gelombang tersebut mencapai permukaan bumi, getarannya bisa merusak segala sesuatu yang ada di permukaan bumi. Akibat yang paling menakutkan jika getaran tersebut merusak bangunan dan mutu tanah di permukaan bumi.

Berdasarkan struktur bumi, lapisan litosfer bumi terdiri atas lempeng-lempeng tektonik yang kaku dan terapung di atas batuan yang relatif tidak kaku. Jadi lempeng tektonik merupakan bagian dari litosfer bumi yang padat. Lempeng-lempeng tektonik tersebut senantiasa bergerak dengan lambat dan terapung di atas lapisan mantel. Daerah pertemuan dua lempeng tektonik (plate margin atau batas lempeng) sering disebut juga sesar (patahan atau pemisahan batuan). Sesar ini umumnya terletak di antara dua atau lebih lempeng tektonik/plat tektonik.

Gempa dapat terjadi di manapun di bumi ini. Namun biasanya gempa terjadi di sekitar batas lempeng dan terutama banyak terjadi di sekitar batas lempeng yang memiliki sesar aktif. Titik tertentu di sepanjang sesar tempat awal mula gempa di sebut fokus atau hyposenter (hyposentrum) dan titik di permukaan bumi yang berada tepat di atasnya disebut episenter/episentrum (titik di permukaan bumi tepat di atas sumber gempa).

Kebanyakan gempa bumi disebabkan oleh pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang terjadi di lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu semakin membesar. Akhirnya sampai pada keadaan saat tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan maka terjadilah gempa bumi.

Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempeng-lempengan lapisan tanah. Gempa bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena material lapisan litosfer yang terjepit ke dalam mengalami masa pergeseran pada kedalaman lebih dari 600 km. Indonesia ternyata merupakan tempat berkumpulanya berbagai lempeng tektonik sehingga hampir seluruh daerah rawan gempa bumi.

Tagged as: artikel gempa bumi .

One comment on “Artikel gempa bumi

  1. Mohamed March 16, 2012 11:17 pm

    Saya jadi teringat waktu tes toefl di UGM waktu seelsai mengerjakan tiba2 bumi bergetar jangan panik tetap diam, kami akan membuka pintu jika kembali terjadi getaran silahkan keluar dengan tertib Alhamdulillah smua berjalan lancar

Leave a Reply

Your email address will not be published.


− 3 = four

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>