Bakteri

Bakteri – Bakteriologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bakteri. Nama bakteri (L., bakterion = tongkat atau batang) digunakan untuk menyebut golongan mikroorgaanisme yang bersel tunggal dan tidak mempunyai membran inti maupun klorofil.

Bentuk bakteri

Bakteri dibedakan atas dasar bentuk tubuhnya, antara lain :

- Batang (Bacillus)
Pada bentuk tersebut terdapat variasi, yaitu diplobacillus yang bergandengan dua-dua dan streptobacillus yang bergandeng seperti rantai.

- Bola (Coccus)
Bentuk tersebut terdapat beberapa variasi, yaitu diplococcus yang bergandengan dua-dua, strptococcus yang bergandengan seperti rantai, staphylococcus yang bergerombol, dan sarcia yaang bergerombol empat-empat membentuk kubus.

- Spiral (Spirillum)
Bentuk tersebut terdapat variasi, yaitu spiral dan koma (vibrio). Jumlah bakteri yang berbentuk spiral paling sedikit.

Struktur tubuh bakteri

Pada umumnya, struktur bakteri terdiri atas bagian sitoplasma dan bagian luar sebagai penutup sel.

a. Bagian sitoplasma
Sitoplasma merupakan bagian dalam dari sel bakteri yang terdiri atas :

- Materi genetik
Materi genetik bakteri berupa DNA atau kromosom bakteri (genofora) yang terletak di nukleoid. Nukleoid menyerupai inti sel, tetapi tidak memiliki membran inti dan anak inti seperti halnya sel eukariotik.

- Ribosom
Ribosom tersusun dari 40-60% RNA dan sisanya protein. Ribosom berfungsi dalam sintesis protein.

b. Bagian luar
Struktur morfologi seel baakteri terdiri atas :

- Kapsula
Kapsula merupakan lapisan lendir yang melapisi sel dan terbentuk dari hasil metabolisme sel yang disekresikan dari dalam tubuhnya. Fungsi kapsula sebagai alat pelindung dari faktor lingkungan luar yang merugikan dirinya. Pada bakteri tertentu, kapsula erat kaitannya dengan sifat patogenitas. Patogenitas akan menurun kalau dihilangkan kapsulanya.

- Dinding sel
Dinding sel bakteri tersusun dari bahan selulosa yang berfungsi untuk melindungi bagian-bagian isi sel dan mengatur pertukaran zat. Adanya dinding sel menyebabkan bakteri mampunyai bentuk tetap.

- Membran sel
Membran sel merupakan bagian plasma paling luar yang tersusun dari bahan lemak dan protein. Fungsi membran sel sebagai pembungkus plasma dan mengatur keluar masuk zat dari dalam maupun luar sel. Selain itu, juga berfungsi untuk pelekatan dan pemisahan DNA sewaktu sel membelah dan mengatur pembuatan dinding sel maupun tempat pelekatan pangkal flagel.

Membran dapat membentuk lipatan-lipatan yang berlapis-lapis disebut demosom. Membran sel juga daoat membentuk lipatan ke dalam (invaginasi) pada bagian tertentu yang disebut mesosom. Fungsi mesosom adalah untuk respirasi dan sekresi serta menerima DNA pada saat konjugasi. Selain itu, juga berfungsi dalam pembentukan dinding sel baru sewaktu mengalami pembelahan.

- Flagel (Trika)
Flagel berfungsi sebagai alat gerak yang keluar dari membran plasma. Flagel biasanya hanya dimiliki oleh bakteri bentuk batang dan spiral. Jumlah maupun letak flagel yang dimiliki oleh bakteri mempunyai spesifikasi tersendiri. Berdasarkan jumlah dan letak flagel yang dimiliki maka bakteri dikelompokkan menjadi :

  • Atrik, jika bakteri tidak memiliki flagel.
  • Menotrik, jika flagel yang dimiliki hanya satu dan terlatak di bagian salah satu ujung selnya.
  • Lofotrik, jika flagel yang dimiliki berjumlah banyak, tetapi haanya terletak di salah satu ujung selnya.
  • Amfitrik, jikaa setiap ujung selnya terdapat flagel, baik dalam jumlah banyak maupun sedikit.
  • Peritrik, jika bakteri mempunyai flagel yang banyak dan terdapat di seluruh permukaan tubuhnya.

- Pili (Fimbria)
Pili merupakan benang halus yang keluar dari dinding sel. Fungsinya sebaagai alat untuk melekat pada sel bakteri yang lain dan melekatkan bahan-bahan yang akan dimakannya. Selain itu, juga berfungsi sebagai pembuluh konjugasi untuk menyalurkan materi genetik berupa DNA dari dirinya kepada sel bakteri penerima.

Sumber zat makanan bakteri

Berdasarkan kebutuhan akan sumber zat maka bakteri dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu :

a. Bakteri autotrof, yaaitu bakteri yang mampu mensintesis sendiri zat-zat makanan yang diperlukannya. Bakteri autotrof dibedakan dalam dua kelompok, yaitu :

  • Bakteri fotoautotrof, yaitu bakteri yang mensintesis makanannya dengan menggunakan cahaya sebagai sumber energinya. Misalnya, bakteri hijau (bakterioklorofil) dan bakteri ungu (bakteriopurpurin).
  • Bakteri kemoautotrof, yaitu bakteri yang mensintesis makanannya dengan menggunakan energi dari hasil oksidasi senyawa kimia. Misalnya, bakteri belerang, bakteri besi, baakteri hidrogen, dan bakteri nitrifikasi.

 

b. Bakteri heterotrof, yaitu bakteri yaang tidak maampu mensintesis makanannya sendiri sehingga makanannya diperoleh dari senyawa organik yang telah jadi. Bakteri heterotrof dibedakan dalam dua kelompok, yaitu :

  • Bakteri saprofit, yaitu bakteri yang hidup dari jasad lain yang telah mati atau buangan sampah organik, misalnya Escherichia coli.
  • Bakteri parasit, yaitu bakteri yang hidup dari jasad lain yang masih hidup, misalnya Mycobacterium tuberculosis.

 

Pernapasan bakteri

Bakteri seperti organisme laainnya memerlukan energi untuk melakukan proses-proses kehidupannya. Energi tersebut diperoleh melalui pembakaran zat-zat organik dari proses respirasi.

Berdasarkan sumber oksigen yang diperlukan dalam proses respirasi, bakteri dapat dikelompokkan menjadi :

  • Bakteri aerob, yaitu bakteri yang menggunakan oksigen bebas dalam proses respirasinya. Misalnya, Nitrosococcus, Nitrosomonas, dan Nitrobacter.
  • Bakteri anaerob, yaitu bakteri yang tidak menggunakan oksigen bebas dalam proses respirasinya. Misalnya, strptococcus lactis.

 

Berdasarkan kebutuhan terhadap oksigen, bakteri dapat dikelompokkan lagi menjadi :

  • Bakteri aerob obligat, yaitu bakteri yang hanya dapay hidup dalam suasana mengandung oksigen. Misalnya, Nitrobacter dan Hydrogenomonas.
  • Bakteri anaerob obligat, yaitu baakteri yang hanya dapat hidup dalam suasana tanpa oksigen. Misalnya, Clostridium tetani.
  • Bakteri anaerob fakultatif, yaitu bakteri yaang dapat hidup dengan atau tanpa oksigen. Misalnya, Escherichia coli, Salmonella typhosa dan, Shigella.

 

Reproduksi bakteri

Pada umumnya, perkembangbiakan bakteri terjadi secara aseksual, yaitu memmbelah diri secara biner. Akan tetapi, ada beberapa jenis bakteri yang dapat berbiak secara seksual dengan konjugasi. pada reproduksi aseksual, sifat sel anak dihasilkan sama dengan sifat sel induknya. Kecepatan pembelahan sel bakteri ditentukan oleh waktu generasi, yaitu waktu yang diperlukan oleh bakteri untuk membelah menjadi dua sel anak dalam kondisi lingkungan yaang optimum.

Misalnya, waktu generasi Escherichia coli kira-kira 2,8 jam, sedangkan Treponema pallidum selama 34 jam. Jadi, waaktu yang diperlukan oleh bakteri untuk melakukan pembelahan tidak sama antara bakteri yang satu dengan yang lain.

Perkembangbiakan seksual dengan cara konjugasi dapat dijelaskan sebagai berikut. Konjugasi diawali dengan pelekatan dua bakteri, yaitu sel jantan (sel donor) dengan sel betina (sel penerima) yang menggunakan pili. Setelah ujung pili khusus untuk seksual (seks pili) dari sel donor melekat pada sel penerima makan sebagian DNA dari sel donor dipindahkan langsung ke sal penerima melalui seks pili tersebut. Sel penerima biasanya diberi simbol F- (Fertility) dan sel donor diberi tanda F+ atau Hfr (High frequency of recombination). Setelah perpindahan DNA terjadi, kedua sel tersebut berpisah, dan masing-masing sel akan membelah diri.

Pertumbuhan bakteri

Pertumbuhan bakteri dapat dilihat dari dua sisi, yaitu pertumbuhan dari segi sel sebagai individu dan pertumbuhan kelompok dipandang sebagai sustu populasi. Pertumbuhan sel diartikan sebagai penambah volume dan bagian-bagian sel, sedangkan pertumbuhan populasi merupakan akibat dari pertambahan jumlah individu dalam populasi bakteri itu. Misalnya, satu sel menjadi dua sel, dua sel menjadi empat sel, dan seterusnya sehingga jumlah bakteri manjadi ribuan maupun jutaan.

Pertumbuhan bakteri dapat dipengaruhi oleh faktor biotik maupun abiotik. Faktor biotik terdiri atas makhluk laun maupun jenis bakteri itu sendiri. Faktor abiotik dapat berupa suhu lingkungan, kelembapan, nilai osmotik dari medium tempat bakteri dibiakkan, maupun zat-zat kimia.

Pada waktu lingkungan tidak menguntungkan untuk kemungkinan bakteri tumbuh maka bakteri akan membentuk spora di dalam sel (endospora). Perlu diketahui bahwa spora bakteri bukan sebagai alat reproduksi seperti spora jamur dan lumut. Spora bakteri mirip dengan kista pada Amoeba, yaitu untuk mempertahankan hidupnya, terutama jika kondisi lingkungan tidak menguntungkan. Jika kondisi lingkungan telah membaik maka spora pecah dan tumbuh menjadi bakteri lagi.

Leave a Reply