Daerah rawan gempa

Daerah rawan gempa – Memang rakyat Indonesia harus rela hidup dengan hati cemas dan was-was karena sewaktu-waktu bumi yang dipijaknya berguncang karena gempa bumi. Gempa bumi atau gunung meletus bukanlah hal yang baru bagi rakyat Indonesia karena peristiwa tersebut sering terjadi. Di Indonesia, gempa bumi dan gunung meletus tetap manjadi ancaman serius yang perlu terus-menerus diwaspadai.

Dalam kurun tahun 2000-2006 masyarakat terus dikejutkan dengan berbagai peristiwa gempa bumi di wilayah tanah air. Gempa bumi di wilayah Indonesia berturut-turut terjadi di bengkulu 4 juni 2000, Pandeglang (2000), Sukabumi (2000), Majalengka, Denpasar, Nabire (2004), Aceh dan Sumatera Utara 26 Desember 2004, serta Yogjakarta dan Jawa Tengah 27 Mei 2006.

Kejadian-kejadian gempa bumi tersebut semakin memperkuat bukti bahwa negara kita merupakan wilayah gempa. Oleh karena itu, ancaman terhadap keselamatan jiwa dan kerugian materiil bisa muncul setiap saat. Namun demikian, janganlah kita menjadi semakin takut dan cemas, justru kita harus menyadari dan menyikapi dengan arif serta selalu menyiasati agar terhindar dari musibah tersebut sejak dini. Selain itu, kita harus lebih meningkatkan kepedulaian untuk melakukan penyelamatan sejak dini terhadap bahaya yang ditimbulkan gempa bumi dan gunung meletus.

Daerah mana saja di Indonesia yang merupakan daerah bencana? Melihat kondisi geografis Indonesia, sebenarnya sebagian besar wilayah di Indonesia rawan terhadap bencana gempa bumi dan gunung meletus. Apalagi saat-saat seperti ini merupakan siklus ratusan tahuan pergeseran lempeng tektonik sehingga sering terjadi peristiwa gempa bumi dan gunung meletus.

Sebagi gambaran umum bahwa ada beberapa sesar aktif yang terkenal dan sangat berpotensi mengakibatkan gempa bumi di Indonesia. Sesar-sesar itu adalah Sesar Sumatera, Sesar Cimandiri di Jawa Barat, Sesar Palu-Koro di Sulawesi, Sesar Naik Flores, Sesar Naik WEtar dan Sesar Geser Sorong. Keaktifan setiap sesar tersebut ditandai dengan terjadinya gempa bumi. Gempa dangkal (berpusat pada kedalaman 0-50 km) terjadi di sesar-sesar tersebut pada periode 1900-1995 dengan kekuatan 5,4 Skala Richter.

Berdasarkan catatan dari Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, sebenarnya terdapat 28 wilayah di Indonesia yang dinyatakan sebagai daerah yang rawan gempa, stunami dan gunung meletus. Daerah-daerah tersebut meliputi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Tengah dan DIY bagian selatan, Jawa timur bagian Selatan, Bali, NTB dan NTT. Selain itu wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku Selatan, Biak, Yapen, Fak-fak di Papua serta Balikpapan, Kalimantan Timur juga rawan terhadap ancaman gempa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


five × 8 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>