Faktor pembentukan tanah

Faktor pembentukan tanah – Selama ini orang beranggapan bahwa tanah sama pengertianya dengan lahan. Padahal menurut konsep geografi, laahan dan tanah memiliki perbedaan mendasar. Tanah dalam bahasa Inggris disebut soil. Menurut Dokuchaiev, tanah adalah suatu benda fisis yang berdimensi tiga, terdiri dari lebar, panjang, dan dalam, merupakan bagian paling atas dari kulit bumi. Tanah terbentuk akibat hasil interaksi antara batuan induk, iklim, aktivitas biologis, dan relief selama waktu tertentu.


 

Faktor-faktor pembentuk tanah

- Batuan Asal
Batuan asal menentukan mineral yang terkandung dalam tanah. Beberapa unsur penting dalam tanah yang berasal dari batuan induk antara lain K, Na, Ca, Mg, N dan P. Batuan asal tersebut mengalami proses pelapukan, pengikisan, dan pengangkutan yang akhirnya akan mengendap di tempat-tempat tertentu.

- Relief dan Topografi
Relief dan topografi berkaitan dengan tinggi rendah permukaan bumi serta kemiringannya. Faktor ini berpengaruh terhadap pengaliran air. Pengaliran air ini berpengaruh besar terhadap pengikisan, pengangkutan dan pengendapan. Di samping itu, lancar tidaknya pengaliran air mempengaruhi proses penghancuran dan pembusukan sisa-sisa tumbuhan dan hewan. Pada kawasan yang tergenang air seperti daerah rawa proses penghancuran bahan organik menjadi bahan anorganik relatif lemah, sedang proses pembusukannya relatif kuat sehingga menghasilkan tanah yang tingkat keasamaannya tinggi yang kurang baik untuk kehidupan tanaman. Pada tanah miring yang curam pengaliran air cukup kuat yang mempercepat terjadinya erosi sehingga dapat menghilangkan tanah yang subur.

- Iklim dan Cuaca
Unsur iklim dan cuaca yang paling dominan terhadap pembentukan tanah adalah suhu dan curah hujan. Suhu yang tinggi berpengaruh besar terhadap tingkat pelapukan, sedangkan curah hujan yang besar berpengaruh terhadap proses pelarutan dan pencucian. Sebagai akibat dari proses pelapukan, pelarutan dan pencucian berpengaruh besar terhadap tebal tipisnya lapisan horizon tanah.

Horizon tanah yaitu bagian-bagian tanah yang tersusun oleh lapisan-lapisan yang saling sejajar dari atas ke bawah. Susunan dan sifat lapisan horizon tersebut dapat dilihat dari warna, struktur dan teksturnya. Dari atas berturut-turut disebut horizon A, B dan C. Sedang bagian yang paling bawah disebut Horizon D berupa batuan induk.

Profil tanah secara sempurna terbentuk pada daerah dengan suhu yang sedang dan basah. Horizon A merupakan lapisan yang mengalami pencucian bahan yang larut dan koloid, sehingga pori-porinya renggang, dengan tekstur yang terbuka. Horizon B tempat akumulasi bahan yang larut dari Horizon A sehingga menjadi padat. Horizon A dan B inilah yang disebut tanah yang sebenarnya. Horizon C dari batuan induk yang telah lapuk, tetapi tidak subur karena bahan-bahannya belum terurai.

- Aktivitas Biologis
Tumbuhan, hewan, manusia serta jasad-jasad reunik besar sekali perannya dalam proses pembentukan tanah, baik secara fisis maupun kimia. Sisa tumbuhan yang telah hancur akan menghasilkan mineral yang dibutuhkan bagi kehidupan tanaman. Jasad reunik (pengurai) yang terdapat dalam tanah akan membantu proses penghancuran dan penguraian sisa tumbuhan atau hewan yang telah mati. Usaha manusia untuk menjaga dan mempertahankan kesuburan tanah termasuk yang ikut berperan dalam proses pembentukan tanah.

Tagged as: pembentukan tanah .

One comment on “Faktor pembentukan tanah

  1. Murat September 5, 2012 4:08 am

    Yap, pasrahkah seamunya pada Allah Aku juga pernah mba, sakit sekali ya rasanya, dan perjuangan buat berlalu itu lho, susaaaaaah banget ya, hehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


one × = 4

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>