Nenek moyang indonesia

Nenek moyang indonesia – Setelah kita mengenal jenis-jenis manusia purba pada postingan sebelumnya, kini kamu akan diajak untuk mempelajari tentang nenek moyang bangsa Indonesia. Kamu akan di ajak mengetahui lebih jauh bagaimana asal-usul bangsa Indonesia, persebarannya, serta bagaimana corak kehidupannya.

Asal-usul ras bangsa indonesia

Asal-usul suatu bangsa tidak terlepas dari permasalahan ras. Ada beberapa ras di dunia ini, antara lain ras Kaukasoid, Mongoloid, dan ras-ras khusus.

- Ras kaukasoid
Ras kaukasoid merupakan ras yang di dalamnya termasuk subras:
- Nordik (Eropa Utara/Jerman)
- Alpin (sebagian besar bangsa Eropa)
- Maditeranian (Timur Tengah/Arab), dan
- Indic (India).

- Ras Mongoloid
Ras Mongoloid merupakan ras yang di dalamnya termasuk subras:
- Asiatik Mongoloid (China, Jepang, dan Korea)
- Malayan Mongoloid (Melayu), dan
- American Mongoloid (suku Indian).

- Ras Negroid
Ras Negroid merupakan ras yang di dalamnya termasuk subras African Negroid (negro Afrika) dan Negrito (penduduk asli Filipina).

- Ras-ras Khusus
Ras-ras Khusus adalah ras yang memiliki ciri-ciri khas tertentu. Yang termasuk dalam ras khusus ini adalah ras-ras:
- Australoid (penduduk asli Australia)
- Polynesia (bangsa Pasifik)
- Melanesia (Papua/Pasifik)
- Micronesia (Pasifik)
- Ainu (penduduk asli Jepang)
- Dravida (India)
- Bushman (afrika Selatan)
Bertolak dari ras-ras di atas dapat disimpulkan bahwa bangsa Indonesia termasuk ras Mongoloid terutama Malayan Mongoloid.

Persebaran nenek moyang Indonesia

Sebelum bangsa Melayu Austronesia masuk ke Indonesia, di wilayah Indonesia sudah ada suku Wedoid dan Negrito. Kedua suku tersebut menurut penyelidikan Mme Madeline Colani berasal dari daerah Tonkin. Pendapat ini memperkuat dengan penemuan tulang belulang jenis Papua Melanesoid (termasuk suku Negrito) dan Eropacide (termasuk suku Wedoid). Dari Tonkin kemudian menyebar ke Hindia Belakang dan ke Indonesia hingga pulau-pulau di Samudra Pasifik.

Dengan kedatangan bangsa Melayu Austronesia ke Indonesia, kedua suku tersebut terdesak dan melarikan diri. Mereka mendiami tempat-tempat terasing dan menutup diri. Sisa-sisa suku bangsa tersebut yang sekarang masih bertahan hidup seperti berikut.

  • Sisa-sisa suku Wedoid adalah suku Sakai di Siak, suku Kubu di Jambi dan suku Lubu di Palembang.
  • Sisa-sisa suku Negrito boleh dikatakan sudah lenyap di Indonesia.

Menurut pendapat Kern dan Heine Geldern, nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari daratan Asia, terutama dari daerah Yunan (Hindia Belakang). Mereka berangkat dari Yunan menyebar ke selatan. Kemudian mereka berpindah lagi dan menyebar, antara lain ke Indonesia.

Persebaran nenek moyang bangsa Indonesia melalui dua periode, yaitu pada tahun 1500 SM dan tahun 500 SM.

- Periode persebaran tahun 1500 SM
Pada sekitar tahun 1500 SM terjadi persebaran periode pertama ke Indonesia yang disebut Proto Melayu. Persebaran itu terjadi melalui dua jalur, yaitu jalur barat/selatan dan jalur timur/utara.

  • Persebaran jalur barat/selatan, berawal dari Yunan melalui Malaya – Sumatera dan Jawa – Kalimantan.
  • Persebaran jalur timur/utara, berawal dari Yuna nmelalui Vietnam – Filipina- Sulawesi dan Iran.

Persebaran Proto Melayu ini membawa kebudayaan batu baru/neolithicum. Kebudayaan batu baru ini berpusat di Bascon Hoabonh di Indo Cina. Kebudayaan batu baru ini menyebar menuju ke Indonesia. Hal ini tampak dengan ditemukannya hasil-hasil kebudayaan, seperti kapak persegi dan kapak lonjong.

- Periode persebaran tahun 500 SM
Persebaran bangsa Melayu Austronesia pada periode 500 SM disebut Deutro Melayu. Jalur persebarannya melalui daratan Asia – Semenanjung Malaya, lalu sampai di Sumatera dan Jawa. Periode Deutro Melayu (Melayu Muda) ini membawa juga kebudayaan logam, kebudayaan ini berpusat di Dongson.

Bangsa Indonesia yang termasuk keturunan periode Proto Melayu adalah suku Toraja dan suku Dayak. Adapun keturunan periode Deutro Melayu adalah suku Jawa dan Bugis.

Corak kehidupan nenek moyang

Akhir zaman prasejaran, nenek moyang kita sudah memiliki cara hidup, seperti berikut.

  • Mereke telah mengenal hidup menetap, bercocok tanam, dan berternak.
  • Mereka telah bertempat tinggal di pantai, serta hidup dari hasil perikanan, pelayaran, dan perdagangan.
  • Mereka telah hidup menetap serta membentuk kampung dan desa.

Menjelang memasuki zaman sejarah, nenek moyang bangsa Indonesia telah menguasai 10 macam kepandaian, yaitu.
- Berlayar,
- Bersawah,
- Mengenal astronomi,
- Mengatur masyarakat,
- Seni macapat,
- Seni wayang,
- Seni gamelan,
- Seni batik,
- Seni membuat barang dari logam, dan
- Berdagang.

Mereka juga telah mengenal kepercayaan, yaitu animisme dan dinamisme. Suatu kepercayaan yang meyakini bahwa setiap makhluk dan benda mati memiliki roh/jiwa/nyawa disebut animisme. Suatu kepercayaan yang meyakini bahwa setiap makhluk hiudp dan benda mati memiliki kekuatan gaib disebut dinamisme.

Tagged as: nenek moyang bangsa indonesia . kepercayaan nenek moyang bangsa indonesia . Nenek moyang indonesia . corak kehidupan nenek moyang bangsa indonesia .

3 comments on “Nenek moyang indonesia

  1. Go Hye Mi September 26, 2012 10:39 am

    Mantap daah (y)
    Makasih yahh , atas infonya

  2. Aulia December 7, 2012 12:44 pm

    Suku negrito udh ga ad bneran??? Ya sayang donk!

Leave a Reply

Your email address will not be published.


2 + = six

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>