Pencemaran tanah

Pencemaran tanah – Pencemaran tanah banyak diakibatkan oleh sampah-sampah organik dan anorganik, misalnya dari kegiatan rumah tangga, pasar, industri, kegiatan pertanian, dan peternakan.

Sampah organik dapat dihancurkan oleh jasad-jasad reunik menjadi mineral, gas, dan air sehingga terbentuklah humus. Sampah organik itu misalnya dedaunan, jaringan hewan, kertas, dan kulit. Sampah-sampah tersebut tergolong sampah yang mudah terurai. Sedangkan sampah anorganik seperti besi, alumunium, kaca, dan bahan sintetik seperti plastik sulit atau tidak dapat diuraikan. Bahan pencemaran itu akan tetap utuh hingga 300 tahun yang akan datang. Bungkus plastik yang kita buang ke lingkungan akan tetap ada dan mungkin akan ditemukan oleh anak cucu kita setelah ratusan tahun kemudian.

Sebaiknya, sampah yang akan dibuang dipisah-pisahkan menjadi dua wadah. Pertama adalah sampah yang terurai, dan dapat dibuang ke tempat pembuangan sampah atau dapat dijadikan kompos. Jika pembuatan kompos dipadukan dengan pemeliharaan cacing tanah, maka akan dapat diperoleh hasil yang baik. Cacing tanah dapat dijual untuk pakan ternak, sedangkan tanah kompos dapat dijual untuk pupuk. Proses ini merupakan proses pendaurulangan (recycle). Kedua adalah sampah yang tak terurai, dapat dimanfaatkan ulang (pengguaulangan = reuse). Misalnya kaleng bekas kue digunakan lagi untuk wadah makanan, botol selai bekas sirup digunakan untuk menyimpan minuman.

Baik pendaurulangan maupun penggunaulangan dapat mencegah terjadinya pencemaran lingkungan. Keuntungannya beban lingkungan menjadi berkuran. Kita tahu bahwa peencemaran tidak mungkin dihilangkan. Yang dapat kita lakukan adalah mencegah dampak negatifnya atau mengendalikannya.

Selain penggunaulangan dan pendaurulangan masih ada lagi upaya untuk mencegah pencemaran, yaitu melakukan pengurangan bahan/penghematan (reduce), dan melakukan pemeliharaan (repair). Di negara maju, slogan-slogan reuse, recycle, reduce, dan repair banyak diedarkan ke masyarakat.

Contoh melakukan penghematan yang peduli lingkungan adalah sebagai berikut :
- Jika berbelanja ke pasar, bawalah tas dari rumah. Hindari meminta tas plastik dari toko/penjual karena tas plastik biasanya dibuang begitu saja jika telah sampai dirumah. Dari sebuah toko serba ada yang tidak besar, dalam sehari dikeluarkan 5-10 kg tas plastik untuk membungkus barang-barang belanjaan.
- Belilah wadah-tempat bahan yang dapat diisi kembali. Misalnya membeli minyak goreng, sabun, atau susu yang ada wadahnya. Jika belanja lagi pada kesempatan berikutnya, belilah isinya saja (kemasan isi ulang), karenaa wadahnya sudah tersedia dirumah. Selain itu, membeli kemasan isi ulang harganya lebih murah karena produsen tidak menghitung harga wadah barang tersebut.
- Gunakan kaleng bekas, wadah plastik bekas, botol-botol bekas, dan karton bekas untuk tempat menyimpan gula, minyak, garam, dan sebagainya, dan tidak perlu membeli wadah baru.
- Jangan membiarkan kran menetes. Dari kran yang menetes selama semalam dapat ditamnpung air sebanyak 5-10 liter, cukup untuk minum bagi dua orang dalam sehari. Juga perhatikan nyala kompor, aliran listrik, penggunaan pesawat radio, TV, dan peralatan lainnya. Menurut hukum fisika, jika air mendidih, suhunya tidak dapat ditingkatkan lagi. Karena itu jika kamu menjerang air sampai mendidih (atau merebus daging sampai mendidih), segera kecilkan api kompor tersebut. Membesarkan api kompor ketika air sudah mendidih hanya akan menyebabkan pemborosan bahan bakar. Matikan lampu listrik jika tidak digunakan; matikan radio atau TV jika tidak digunakan juga.

Tagged as: pencemaran tanah . pencemaran tanah dampak dan solusinya . solusi pencemaran tanah . pencemaran tanah dan solusinya .

2 comments on “Pencemaran tanah

  1. dydy April 17, 2012 12:11 pm

    mana dampaknya???

Leave a Reply

Your email address will not be published.


− eight = 0

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>