Pengertian kepadatan penduduk

Pengertian kepadatan penduduk - Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk tiap satuan luas wilayah. Secara rinci ada empat macam kepadatan penduduk, yaitu kepadatan penduduk hitung, kepadatan penduduk ekonomi, kepadatan penduduk alami, dan kepadatan panduduk agraris.

- Kepadatan penduduk hitung adalah jumlah penduduk tiap satuan luas tanah di wilayah tersebut.
- Kepadatan penduduk ekonomi adalah jumlah penduduk tiap luas tanah yang memiliki kapasitas produksi.
- Kepadatan penduduk alami adalah jumlah penduduk tiap satuan luas tanah yang diusahakan.
- Kepadatan penduduk agraris adalah jumlah petani tiap satuan luas tanah pertanian.

Suatu wilayah mengalami kelebihan penduduk jika potensi wilayahnya tidak mampu memberikan kehidupan secara normal. Perbedaan kepadatan penduduk antara wilayah yang satu dengan yang lain menggambarkan adanya persebaran penduduk yang tidak merata. Persebaran penduduk Indonesia tidak merata, baik persebaran antarpulau, propinsi, kabupaten, maupun antara daerah pedesaan dan perkotaan. Pulau Jawa dan Madura yang luasnya hanya sekitar 7% dari seluruh daratan Indonesia, dihuni lebih kurang 60% penduduk Indonesia. Sebagai gambaran, berikut ini disajikan tabel persebaran dan pertumbuhan penduduk Indonesia tahun 1998.

Dari tabel tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa selama lebih kurang tujuh puluh tahun, presentase penduduk Jawa-Madura turun kurang 10% (dari 68,7% pada tahun 1930 menjadi 58,5% pada tahun 1998). Penurunan ini diimbangi oleh kenaikan penduduk luar Jawa-Madura, terutama pulau Sumatera, yaitu dari 13,5% pada tahun 1930 menjadi 21,1% pada tahun 1998. Ketimpangan persebaran penduduk antar-pulau di Indonesia ini akan lebih jelas terlihat dari adanya perbedaan angka kepadatan penduduk antarpulau Jawa-Madura di satu pihak dengan pulau di luar Jawa-Madura di lain pihak, seperti dapat kita lihat pada tabel berikut.

Ketidakseimbangan kepadatan dan persebaran penduduk akan membawa dampak luas terhadap berbagai aspek kehidupan manusia dan lingkungannya. Perkembangan kepadatan penduduk di Jawa-Madura tergolong tinggi yaitu sekitar 814 jiwa tiap km2 pada tahun 1990 naik menjadi 864 jiwa pada tahun 1993, dan menjadi 438 jiwa tiap km2 pada tahun 1998. Jika kondisi kependudukan masih tetap seperti sekarang diperkirakan angka tersebut naik untuk tahun-tahun mendatang. Sebagai akibat, tidak meratanya jumlah penduduk di beberapa pulau, maka luas lahan bagi para petani di Jawa akan semakin sempit. Sebaliknya, banyak tanah-tanah di luar Jawa belum dimanfaatkan secara optimal oleh karena kurangnya sumber daya manusia. Kondisi demikian tentu kurang menguntungkan bagi pelaksanaan pengembangan wilayah dan bagi peningkatan pertahunan keamanan serta dalam usaha mewujudkan Konsep Wawasan Nusantara.

Kepadatan dan persebaran penduduk, disamping dipengaruhi oleh kuantitas dan kualitas sumber daya alam, juga dipengaruhi oleh mobilitas penduduk. Penduduk yang pindah dari Jawa ke luar Jawa sebagian besar terdiri dari petani yang miskin dengan tingkat pendidikan yang relatif rendah. Sebaliknya penduduk yang pindah dari luar Jawa ke Jawa sebagian besar berusia muda, belum menikah serta memiliki tingkat pendidikan yang relatif tinggi. Ini berarti ketimpangan tersebut bukan saja dari segi kuantitas saja, tetapi juga dari segi kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, dalam merencanakan kebijakan pada bidang kependudukan, pola perpindahan penduduk perlu mendapat perhatian khusus sehingga pemerataan sumber daya manusia terdidik dan pemerataan kegiatan pembangunan dapat terlaksana.

Dewasa ini, di Indonesia terjadi ketidak seimbangan pertumbuhan penduduk pada kawasan perkotaan dan kawasan pedesaan. Pertumbuhan penduduk kota relatif lebih cepat dari penduduk desa, hal ini sebagai akibat meningkatnya urbanisasi. Ketimpangan antara pertumbuhan penduduk desa dengan kota membawa akibat timbulnya masalah-masalah penduduk perkotaan, seperti lapangan kerja, perumahan, angkutan kota, dan sebagainya. Adanya kelancaran transportasi desa-kota menyebabkan timbulnya migrasi musiman/migrasi sirkuler, dan nglaju/commute.

Tagged as: pengertian kepadatan penduduk . definisi kepadatan penduduk . arti kepadatan penduduk . makalah kepadatan penduduk .

Leave a Reply

Your email address will not be published.


five × 3 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>