Pengertian lahan potensial

Pengertian lahan potensial – Lahan potensial merupakan sebidang tanah yang memiliki kemampuan berproduksi secara optimal. Kemampuan tersebut di dasarkan pada satuan tertentu dalam satu tahun. Menelik batasan tersebut maka dalam arti sempit lahan potensial selalu berkaitan dengan produksi pertanian. Tetapi dalam arti luas lahan potensial ini dikaitkan dengan fungsinya bagi kehidupan manusia. Diperkirakan potensial tidaknya suatu lahan diukur sampai sejauh mana lahan tersebut memberikan manfaat secara optimal bagi kehidupan manusia. Sebagai contoh suatu bidang tanah tidak potensial untuk lahan pertanian tetapi potensial untuk pemukiman. Memang potensi suatu lahan bukan ditentukan oleh sifat-sifat fisis dan kimia serta unsur fisis lainnya yang mendukung, tetapi dibutuhkan syarat-syarat sesuai dengan menfaat yang diharapkan.

Berikut faktor-faktor penting untuk pemukiman:
- Daya dukung tanah, artinya kemampuan untuk menahan beban dalam ton tiap satu meter kubik.
- Fluktuasi air, artinya tinggi rendahnya permukaan air tanah. Ini berpengaruh terhadap kondisi lingkungan, karena jika airnya dangkal maka keadaan di atasnya lembab teta[i jika air tanahnya dalam maka keadaan di atasnya secara alami gersang.
- Kandungan lempung, berpengaruh terhadap kembang kerutnya tanah. Hal ini erat kaitannya dengan pembuatan pondasi, pembangunan jalan, saluran air, dan sebagainya.
- Topografi, erat kaitannya dengan kenyamanan hunian serta keamanan dari ancaman bencana alam seperti tanah longsor, banjir dan sebagainya. Yang ideal kemiringan lahan untuk tempat pemukiman berkisar antara 0% sampai 3%. Kemiringan ini merupakan perbandingan antara jarak vertikal dan jarak horizontal di antara dua titik dikali 100%. Kemiringan 0% berarti tanah rata, dan kemiringan 100% berarti sudut kemiringan 450

Jika dikaitkan dengan usaha oertanian, maka lahan potensial harus memenuhi syarat sebagai berikut:
a. Tanahnya harus subur, artinya banyak mengandung mineral yang dibutuhkan bagi kehidupan tanaman. Hal ini sangat tergantung pada jenis tanaman yang diusahakan. Untuk tanaman biji-bijian banyak membutuhkan mineral posfor, untuk tanaman sayur-sayuran membutuhkan mineral zat lemas sedangkan untuk tanaman umbi-umbian membutuhkan mineral alkali.
b. Memiliki sifat fisis yang baik, artinya daya serap air dan sirkulasi udara di dalam tanah cukup baik. Sifat fisis ini ditunjukkan oleh struktur dan tekstur tanahnya. Tekstur adalah sifat fisis tanah yang berkaitan dengan ukuran partikel pembentuk tanah.

Partikel yang paling utama sebagai pembentuk tanah adalah pasir, lanau dan lempung. Dengan demikian tekstur tanah dapat dibagi menjadi:

- Tekstur berpasir, yang berdiri dari lebih 80% pasir dan kurang 20% lanau atau lempung
- Tekstur lanau berpasir, 20-50% lanau/lempung, 50-80% pasir
- Tekstur lanau, yaitu kurang dari 20% lempung, 30-50% lanau, dan 30-50% pasir
- Tekstur lempung, lebih dari 30% lempung dan kurang dari 70% lanau/pasir

Tekstur ini berpengaruh terhadao daya serap dan daya tampung air. Tanah lempung mudah menampung air tetapi daya serapnya kecil. Sebaliknya tanah pasir mudah menyerap air tetapi sukar menampungnya. Oleh karena itu, tanah yang layah untuk pertanian adalah tanah lanau atau lanau berpasir. Struktur tanah adalah sifat yang dikaitkan dengan cara partikel-partikel berkelompok. Ada beberapa macam struktur tanah yaitu:

a. Struktur lempeng terdiri dari bagian-bagian berupa lembaran-lembaran horizontal.
b. Struktur prisma, bagian-bagiannya berbentuk kolom.
c. Struktur kersi, potongan-potongannya tidak teratur bersudut lancip dengan tepu yang tajam.
d. Struktur butir terdiri dari bagian-bagian yang bundar.

Struktur tanah ini berpengaruh terhadap pengaliran air bawah serta sirkulasi udara dalam tanah.

Sifat Kimia Tanah
Sifat kimia tanah bergantung pada sifat koloid yang terdapat dalam tanah. Koloid merupakan partikel kecil yang bermuatan listrik dan tidak dapat dilihat dengan mata, kecuali dengan alat pembesar. Oleh karena bermuatan listrik, koloid-koloid tadi dapat menarik ion-ion. Dengan demikian, koloid tersebut berpengaruh terhadap derajat keasaman (pH) dari tanah yang bersangkutan. Tanah bersifat asam jika pH kurang dari 7, dan bersifat basa jika pH lebih dari 7. Pada umumnya tanaman biji-bijian (padi-padian) lebih cocok ditanam pada tanah alkali. Sedang teh, pohon berdaun jarum cocok ditanam pada tanah asam.

Tagged as: lahan potensial . lahan potensial adalah . pengertian lahan potensial . tanah sebagai lahan potensial .

One comment on “Pengertian lahan potensial

Leave a Reply

Your email address will not be published.


− five = 2

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>