Pengertian perusahaan multinasional

Pengertian perusahaan multinasional – Globalisasi ekonomi telah mendorong terjadinya perubahan dalam dunia perdagangan. Memang terjadinya globalisasi menyebabkan batas-batas wilayah negara di dunia menjadi semu. Semua orang dengan bebas memasuki wilayah tersebut setelah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh suatu negara. Begitupun dalam dunia ekonomi, globalisasi memungkinkan sebuah perusahaan asing mendirikan atau mengembangkan usahanya di suatu negara. Munculnya perusahaan asing di beberapa negara ini bertujuan untuk mendapatkan kekuasaan di bidang ekonomi. Setelah sukses di dalam negeri, perusahaan nasional beralih menjadi perusahaan transnasional atau perusahaan multinasional.

Perusahaan multinasional (Multinational Company/MNC) adalah perusahaan yang menjalankan usahanya di berbagai negara dan kegiatan usahanya bersifat internasional. Perusahaan jenis ini memiliki kantor cabang atau pabrik di banyak negara untuk menjalankan rencana bisnis dari kantor pusat. Sifat usahanya yang mendunia, menyebabkan perusahaan ini memiliki pengaruh kuat dalam politik global. Akhirnya, kekuasaan ekonomi global dapat dipegangnya. Seiring dengan semakin berkembangnya arus globalisasi ekonomi yang ditandai dengan perdagangan internasional, perusahaan ini dapat kamu jumpai di banyak tempat. Contohnya, Coca Cola Company, PT Caltex, PT Freeport, Petronas, Phillips Electrics, General Electric, dan Exxon Mobil. Perusahaan-perusahaan yang terdapat di negara kita hanyalah merupakan cabang usaha yang menjalankan operasional dikontrol oleh perusahaan induk.

Dengan jangkauan usaha luas, yaitu dunia internasional, perusahaan multinasional harus bersaing dengan berbagai macam perusahaan. Persaingan terjadi di negara sendiri maupun di negara lain. Untuk dapat bersaing dengan perusahaan lain, perusahaan multinasional biasanya menempatkan fasilitas perusahaan di negara tersebut.

Ciri-ciri

Dari uraian tersebut, tentunya dapat diketahui karakteristtik perusahaan multinasional. Kenyataannya perusahaan multinasional dengan perusahaan nasional memiliki ciri yang berbeda. Mulai dari cara pendiriannya, kepemilikan, hingga tujuan operasional perusahaan pusat. Ciri-ciri perusahaan multinasional dapat diuraikan sebagai berikut.

- Pendirian cabang dari perusahaan multinasional dilakukan dengan investasi langsung. Perusahaan pusat akan mendirikan perusahaan baru atau membeli perusahaan multinasional dari negara lain. Dalam ekonomi dikenal dengan istilah ekspansi ekonomi.

- Kepemilikan perusahaan multinasional tidaklah sama antara satu perusahaan dengan perusahaan lain. Ketidaksamaan ini menyebabkan penglolaan tiap-tiap perusahaan tergantung dari pola kepemilikannya. Biasanya kepemilikan perusahaan jenis ini berbentuk modal patungan atau joint ventures. Joint ventures merupakan bentuk kerja sama beberapa perusahaan dari berbagai negara untuk melakukan kegiatan ekonomi. Modal dalam kerja sama ini berupa saham yang dikeluarkan perusahaan pusat dengan proporsi tertentu. Modal saham menghendaki hak suara dan kekuasaan disesuaikan dengan banyaknya saham yang ditanam tiap-tiap perusahaan. Dengan demikian, risiko akan ditanggung bersama sebatas modal yang ditanam.

- Adanya motif kepentingan usaha yang berbeda-beda. Ada perusahaan yang bermaksud melakukan ekspansi ekonomi untuk mendirikan cabang di negara lain yang terdapat sumber daya ekonomi sebagai penghasil bahan baku. Lazim disebut dengan ekspansi vertikal. Misalnya perusahaan minyal mendirikan cabang di luar negeri yang memiliki sumber minyak. Ada juga perusahaan yang mendirikan cabang di luar negeri dengan melakukan kegiatan usaha hampir sama dengan perusahaan pusat. Tujuannya adalah mencari kombinasi biaya produksi yang lebih murah dibandingkan di perusahaan pusat. Lazim disebut ekspansi horizontal.

- Keuntungan perusahaan sangat besar. Bukan rahasia lagi jika perusahaan ini memiliki modal dan kegiatan usaha yang besar. Dengan usaha berskala internasional menunjukkan hal tersebut. Kondisi ini juga diimbangi dengan risiko yang besar pula. Risiko ini dipengaruhi oleh pengaruh budaya, sosial, dan politik negara yang berbeda-beda.

- Dalam pemasaran produk, perusahaan multinasional dapat menggunakan nama dari perusahaan pusat. Bahkan dalam operasi sehari-hari, perusahaan dapat memanfaatkan teknologi yang dipakai perusahaan pusat.

- Untuk mejalankan usahanya, perusahaan multinasional dapat merekrut karyawan di negara setempat. Penggunaan karyawan dari negara setempat akan mengefisiensikan biaya produksi. Biaya karyawan setempat dibauar dengan gaji yang rendah.

Tagged as: perusahaan multinasional . karakteristik perusahaan multinasional . ciri-ciri perusahaan multinasional . perusahaan multi nasional .

Leave a Reply

Your email address will not be published.


four − 4 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>