Pengertian rawa

Pengertian rawa – Rawa merupakan genangan air di daratan sebagai akibat letaknya yang lebih rendah dari daerah sekitarnya. Hal ini menyebabkan airnya tidak dapat mengalir keluar dan akan terakumulasi di tempat tersebut dan tanah di dasar rawa akan jenuh air. Rawa dapat dibedakan dengan danau jika dilihat pada hal-hal berikut ini:

- Rawa selalu dipenuhi dengan tumbuhan, sedangkan danau tidak
- Air rawa banyak mengandung bahan organis, sedangkan air danau banyak mengandung bahan anorganis

Berdasarkan sifat airnya, rawa dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu:

a. Rawa air tawar, banyak terdapat di daerah pedalaman atau daerah sekitar aliran sungai-sungai besar di kawasan pedalaman atau hutan.
b. Rawa air asin, banyak terdapat di kawasan pantai yang dipengaruhi oleh pasang surut permukaan laut.
c. Rawa air payau banyak terdapat di kawasan pantai letaknya di sekitar muara sungai.

Berdasarkan keadaan airnya, rawa juga dapat dibedakan atas:

- Rawa yang airnya tidak pernah berganti. Jika rawa jenis ini terdapat di daerah pedalaman, maka akan memiliki kadar asam yang tinggi, dan jika terdapat pada kawasan pantai, maka akan memiliki kadar garam yang tinggi. Rawa jenis ini dasarnya ditutupi oleh lapisan gambut yang tebal, warna airnya merah, dan tidak baik untuk ditanami jika tanpa pelapukan.

Pada Kongres Ilmu Tanah Dunia di Rusia tahun 1930, Sub Komisi 6 merumuskan gambut sebagai: bahan organik tanah dengan kedalaman 0,5 meter dan luas 1 hektare. Pengertian itu terus menerus mengalami berbagai perbaikan. Maltby (1992) memberikan pengertian gambut sebagai: akumulasi bahan organik yang merupakan hasil perubahan tidak sempurna sisa jaringan taanaman yang mati pada suatu kondisi air yang melimpah yang mengakibatkan kekurangan oksigen. Akumulasi dipicu oleh faktor-faktor lingkungan antara lain suhu udaara, pH rendah, pasokan unsur hara yang sedikit. Pada saat proses pperrubahan bahan organik berjalan lambat dan sisa tumbuhan menimbun dan lama kelamaan maka terjadilah deposit gambut.

- Rawa yang mengalami pergantian air akibat pasang surut air laut. Dengan adanya sirkulasi air ini menyebabkan kadar asamnya rendah, sehingga dapat dimanfaatkan untuk pertanian terutama apabila pada kawasan tersebut banyak ditumbuhi oleh rumbia atau terdapat cacing tanah.

Berdasarkan letaknya, rawa dapat dibedakan lagi atas: Rawa pedalaman (terdapat di lembah di daerah pedalaman), rawa lebak (terdapat di sekitar aliran sungai-sungai besar pada kawasan pedalaman), dan rawa pantai (terdapat di daerah pantai).

Rawa di kawasan pedalaman, ada yang telah di manfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik (meskipun kapasitas daya terpasangnya kecil), dan sebagai tempat pembudidayaan ikan air tawar, misalnya Rawa Pening di Jawa Tengah. Rawa-rawa di sekitar sungai dan di kawasan surut dapat dimanfaatkan untuk persawahan (sawah lebak dan sawah pasang surut), dengan syarat tata airnya diatur sedemikian rupa sehingga airnya selalu berganti, dengan sistem kanal/polderisasi atau disediakannya sistem draniase yang memadai.

Daerah-daerah rawa, umumnya memiliki beberapa permasalahan utama yaitu: kesulitan penyediaan air bersih atau kebutuhan sehari-hari, terutama pada musim kemarau panjang. Oleh karena itu, di daerah rawa sering berjangkit penyakit menular akibat air yang dimanfaatkan kurang memenuhi syarat-syarat kesehatan yang memadai. Hubungan antar wilayah di daerah rawa juga sulit dilakukan akibat sulitnya transportasi di kawasaan ini.

Tagged as: pengertian rawa . PERBEDAAN DANAU DAN RAWA . perbedaan rawa dan danau . rawa payau .

One comment on “Pengertian rawa

  1. evelin May 19, 2013 5:42 pm

    artikel yg bagus… bisa bt tgas kuliah heheheh

Leave a Reply

Your email address will not be published.


× 1 = seven

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>