Pengertian tekanan darah

Pengertian tekanan darah – Dalam tubuh kita terdapat cairan yang sangat penting untuk menjaga kelangsungan hidup kita. Cairan itu membawa zat-zat yang sangat diperlukan tubuh, cairan itu dinamakan darah. Salah satu zat penting yang membawa darah itu berupa gas oksigen. Gas oksigen atau biasa disebut oksigen saja, diambil oleh darah dari paru-paru. Selanjutnya, oksigen dibawa darah menuju sel-sel tubuh melalui pembuluh darah yang terdapat diseluruh tubuh kita.

Oksigen diperlukan sel-sel tubuh untuk menghasilkan energi demi kelangsungan kehidupan. Darah yang sudah tidak veroksigen kembali ke jantung. Dari jantung darah di pompa ke paru-paru untuk mengambil oksigen. Proses itu berlangsung terus-menerus selama seseorang hidup. Keluar masuknya darah dari dan ke jantung merupakan hasil kerja otot-otot jatung.

Jantung merupakan organ dalam tubuh kita yang sangat penting. Jantung bertugas memompa darah se seluruh tubuh dengan membawa zat-zat yaang diperlukan bagi sel-sel tubuh. Saat memompa darah, otot-otot jantung mengerut atau berkontraksi. Sebaliknya saat jantung beristirahat atau berelaksasi, darah dari seluruh tubuh masuk ke jantung. Aktivitas otot-otot jantung dan aliran darah ke seluruh tubuh ini menimbulkan apa yang disebut tekanan darah atau tensi.

Ada dua jenis tekanan darah, yaitu sistolik dan diastolik. Tekanan darah yang terjadi ketika otot jantung berdenyut memompa darah sehingga darah terdorong ke luar dari jantung menuju seluruh tubuh dinamakan tekanan sistolik. Tekanan diastolik nerupakan kebalikan dari tekanan sistolik. Tekanan diastolik yaitu tekanan darah saat darah memasuki jantung. Pada umumnya tekanan sistolik lebih kuat daripada tekanan diastolik.

Tekanan darah dapat diukur menggunakan alat sphygmomanometer atau bisa disebut tensimeter. Saat mengukur tensi atau tekanan darah seseorang, dokter atau perawat menggunakan alat bantu berupa stetoskop. Alat ini digunakan untuk mendengarkan detak jantung melalui denyut nadi, umumnya nadi di daerah lengan atas. Bagaimana cara mengukur tekanan darah?

Pada prinsipnya tekanan darah diukur saar darah keluar jantung dan saat memasuki jantung. Mula-mula manset dipasang melingkari lengan atas. Manset ini hampa udara. Selanjutnya manset digembungkan dengan cara memompakan udara ke dalamnya. Saat manset menggembung penuh, pembuluh nadi di bawah manset (di lengan atas) terjepit. Perlahan-lahan udara dalam manset dibiarkan keluar dengan cara mengendorkan sekrup pada pompa karet, sambil didengarkan detak jantung melalui stetoskop. Pada suatu saat akan terdengar detakan keras melalui stetoskop, saat itu pula dokter membaca tinggi kolom cairan raksa pada tensimeter. Angka yang terbaca pada saat itu menunjukkan tekanan sistolik. Selanjutnya, udara dalam manset dibiarkan keluar hingga denyutan itu berakhir. Angka yang terbaca pada akhir denyutan ini menghasilkan tekanan diastolik.

Umumnya pipa kaca pada tensimeter diisi raksa (raksa dalam ilmu kimia dinamakan hydrargirum dan disingkat Hg) sehingga hasil pembacaaan tekanan darah dinyatakan dalam mmHg. Misalnya pada pembacaan tekanan darah menggunakan sphygmomanometer atau tensimeter tercatat 120/80 mmHg. Angka 120 mmHg merupakan tekanan sistoliknya, sedangkan angka 80 mmHg merupakan tekanan diastolik. Umumnya tekanan sistolik lebih tinggi dari pada tekanan diastolik.

Tagged as: pengertian tekanan darah . definisi tekanan darah . pengertian tensi darah . makalah tekanan darah .

Leave a Reply

Your email address will not be published.


2 + four =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>