Peranan virus dalam kehidupan
Peranan virus dalam kehidupan – Semua virus merupakan parasit karena hanya dapat hidup pada jaringan atau sel makhluk hidup. Berdasarkan sifat tersebut, langsung maupun tidak langsung, virus akan merugiakan kehidupan suatu organisme, baik pada manusia, tumbuhan, maupu hewan. Beberapa contoh virus yang menimbulkan penyakit adalah sebagai berikut :
Virus pada tanaman
- Virus Mosaic, yaitu virus yang menyebabkan penyakit bercak-bercak kuning pada daun. Misalnya, tobacco mosaic virus (TMV) yang menyebabkan bercak kuning padaa daun tembakau, bean mosaic virus dan bean yellow mosaic virus menyerang daun buncis, wheat mosaaic virus menyerang tanaman gandum, sugar cane mosaaic virus menyerang taanaman tebu, dan cucumber mosaic virus menyerang tanaman ketimun. Virus mosaic ditemukan pertama kali oleh Iwanowski pada tahun 1892 dan beyerinck pada tahun 1899.
- Virus citrus vein phloem degeneration (CVPD), yaitu virus yang menyebabkan bagian pembuluh tapis (floem) pada tanaman jeruk rusak.
- Virus tungro,yaitu virus yang menyerang taanaman padi sehingga menjadi kerdil.
- Virus potato yellow dwarf, yaitu virus yang menyerang tanaman kentang. Penularannya dapat dengan perantaraan serangga yang menggigit atau menusuk. Selain itu, dapat terjadi karena perlakuan okulasi maupun lewat tumbuhan parasit lainnya.
Virus pada hewan (Khususnya vertebrata)
- New castle disease virus (NCDV), yaitu virus yang menyerang unggas terutama ayam, dikenal dengan penyakit tetelo. Pada umumnya penularan dengan kontak langsung dan cara pencegahan dengan memberi vaksin NCD.
- Rous sarcoma virus (RSV), yaitu virus penyebab penyakit kanker pada ayam.
- Papovavirus, yaitu virus penyebab penyakit kulit (kutil) dan tumor.
- Adenovirus, yaitu virus penyebab infeksi pada paru-paru dan tumor.
- Virus herpes, yaitu virus penyebab penyakit cacar air, infeksi alat kelamin, dan kanker.
- Virus mulut dan kuku, yaitu virus yang menyerang sapi, kerbau, daan kambing. Virus tersebut terutama menyerang pada bagian mulut sekitar gigi, jari kaki, kuku, dan puting susu. Penularaannya terjadi dengan kontak langsung pada cairan mulut, hidung, tinja, air kemih, daan air susu.
- Virus rabies, yaitu virus yang menyebabkan radang selaput otak pada anjing, kucing, dan kera. Penyakit rabies dapat menular pada manusia.
Virus pada manusia
- Virus cacar, yaitu virus yang menyebabkan penyakit cacar, vaksinnya ditemukan oleh Edward jenner.
- Virus poliomyelitis, yaitu virus penyebab polio yang menyerang getah bening lalu masuk ke peredaran darah menuju sumsum tulang belakang dan otak. Penularannyaa melalui makanan, minuman, dan sistem pernapasan. Pencegahannya dengan memberikan vaksin lewat mulut (per oral). Vaksin polio ditemukan oleh Jonas salk pada tahun 1955.
- Virus rabies, yaitu virus yaang menyebabkan penyaakit rabies. Manusia dapat terinfeksi oleh gigitan hewan yang menderita rabies, misalnya anjing dan kucing. Pengobatan dilakukan dengan cara membersihkan luka gigitan yana menggunakan air dan sabun kemudian diberi antirabies, misalnya rabies immune globulin (RIG) dan human diploid cell rabies (HDCR). Vaksin rabies ditemukan oleh Louis pastuer pada tahun 1881.
- Virus influenza, yaitu virus yang menyebabkan penyakit influenza. Penularannya dengan kontaak langsung maupun tidak langsung.
- Virus dengue haemorage fever (DHF), yaitu virus yang menyebabkan demam berdarah.
- Virus trakom, yaitu virus yang menyebabkan trakom pada mata. Penularannya dengan kontak langsung maupun tidak langsung.
- Human immunodeficiency virus (HIV), yaitu virus yang menyebabkan penyakit acquired immune deficiency syndrome (AIDS). HIV ditemukan oleh Robert C. Gallo pada tahun 1984. HIV terdiri atas RNA dan enzim transkriptase. Virus HIV menyerang limfosit manusia sehingga menurunkan sistem kekebalan tubuh penderita. Cara penularannya melalui cairan tubuh, misalnya darah dan sperma. Penularannya, antara lain dapat terjadi akibat transfusi darah, suntikan, hubungan intim, dan dari ibu kepada bayi yang dikandungnya.
- Virus hepatitis, yaitu virus penyebab radang hati. Ada dua jenis virus, yaitu viruss hepatitis A menyebabkan hepatitis virus A (hepatitis infectiosa) dan virus hepatitis B menyebabkan hepatitis virus B (hepatitis serum). Penularan virus hepatitis A melalui saluran pencernaan, air minum, atau makanan; sedangkan penularan virus hepatitis B melalui suntikan atau transfusi darah. Pada umumnya, hepatitis sembuh dengan sempurna dan jarang kambuh kembali. Jika sering kambuh maka hepatitis cenderung menjadi kronis.
- Virus ebola, yaitu virus penyebab penyakit yang disebut “demam berdarah Afrika”. Hal itu disebabkan pertama kali ditemukan di sekutar aliran sungai Ebola wilayah Kiliwit, Zaire Afrika pada tahun 1976. Bentuk virus ebola seperti tabung atau menyerupai peluru. Virus tersebut merupakan virus RNA berserat tunggal dengan ukuran sekitar 80 nm, panjang 1.000-14.000 nm, dan berat sekitar 7,4 x 10-19 gram. Virus ebola hidup dalam sitoplasma darah mamlia, termasuk manusia. Sitoplasma sebagai tempat reproduksinya, sedangkan darah sebagai alat transportasi dan tempat tinggal sementara. Virus ebola dapat menyebabkan kematian sel-sel pada limpa, hati, ginjal, daan gastrointestinal, jika virus tersebut berada dalam sitoplasma organ-organ tersebut. Cara penularannya melalui kontak langsung yang intensif atau dengan perantara alat-alat tertentu. Misalnya, melalui darah, cairan tubuh, cairan buangan (muntahan dan air seni), alat-alat penumpang zat buangan tersebut dan alat suntik.
Filed under: Kesehatan, Pendidikan