Perangkat organisasi koperasi

Perangkat organisasi koperasi – Mengelola sebuah kegiatan usaha tidak bisa dilepaskan dari perangkatnya. Begitu pun dengan koperasi, juga membutuhkan perangkat yang dibutuhkan untuk pengelolaannya. Berdasarkan undang-undang perkoperasian disebutkan bahwa perangkat koperasi terdiri atas:

a. Rapat anggota
Rapat anggota bagi koperasi merupakan suatu wadah untuk menampung aspirasi anggota koperasi. Selain itu, rapat anggota adalah pemegang kekuasaan tertinggi. Dengan demikian, segala kebijakan menyangkut koperasi harus dibicarakan dalam rapat anggota dan disetujui oleh anggota. Rapat anggota diadakan paling sedikit dalam satu tahun. Pelaksanaan rapat anggota harus dihadiri oleh anggota koperasi yang ketentuannya di atur dalam anggaran dasar. Rapat anggota mempunyai wewenang sebagai berikut:
- Menetapkan anggaran dasar koperasi.
- Menentukan kebijakan umum di bidang organisasi, manajemen, dan kegiatan usaha koperasi.
- Memilih, mengangkat, dan memberhentikan pengurus dan pengawas.
- Menetapkan program kerja, membahas anggaran pendapatan dan belanja koperasi serta mengesahkan laporan keuangan.
- Mengesahkan laporan pertanggungjawaban pengurus dalam menjalankan kegiatan usaha koprasi selama satu periode. Rapat anggota untuk mengesahkan laporan pertanggungjawaban diadakan selambat-lambatnya enam bulan setelah tahun buku yang telah lalu.
- Membagikan keuntungan koperasi berupa sisa hasil usaha.
- Menggabungkan, melebur, membagi, dan membubarkan koperasi.

Sama halnya dengan musyawarah lainnya, keputusan rapat anggota harus berdasarkan pada musyawarah mufakat. Faktanya, untuk mencapai kata mufakat bukanlah perkara mudah. Nah, ketika mufakat tidak bisa ditetapkan, pengambilan keputusan dapat dilakukan berdasarkan suara terbanyak.

b. Pengurus
Koperasi merupakan badan usaha yang memiliki karakteristik tersendiri. Oleh karena itu, kepengurusan dan manajemennya harus disesuaikan dengan kegiatan usaha koperasi. Tujuannya agar visi dan misi koperasi dapat tercapai sehingga peningkatan kesejahteraan anggota terwujud. Pengurus merupakan perlengkapan koperasi yang diberi amanat oleh anggota untuk mengelola koperasi. Pada pelaksanaannya, pengurus juga harus menanggung risiko baik secara bersama maupun sendiri atas kerugian yang diderita koperasi. Kerugian yang ditimbulkan diakibatkan faktor kesengajaan atau ketidaksengajaan, Apabila ada kesengajaan atas risiko kerugian, tidak menutup kemungkinan pengurus koperasi dapat dituntut.

Bagaimanakah mekanisme pengangkatan pengurus koperasi? Apakah mereka harus melakukan kampanye pemilihan? Bagaimanakah persayaratan yang harus dipenuhi? Menurut undang-undang perkoperasian, pengurus koperasi dipilih dari dan oleh anggota dalam rapat anggota. Artinya, pengurus menjadi pemegang kuasa rapat anggota. Oleh karena itu, pengurus bertanggung jawab pada rapat anggota bukan kepada pengawas koperasi. Masa jabatan dari pengurus adalah lima tahun, dan untuk pertama kalinya, susunan pengurus dicantumkan dalam akta pendirian koperasi. Persayaratan untuk menjadi pengurus ditetapkan dalam anggaran dasar koperasi yang bersangkutan.

Pengurus koperasi dalam mengelola badan usaha ini memiliki tugas dan wewenang sebagaimana ditetapkan dalam anggaran dasar. Pembahasan kali ini akan dimulai dari tugas pengurus koperasi. Pengurus diberi tugas antara lain:
- Mengelola koperasi dan kegiatan usaha yang dijalankannya;
- Mengajukan rancangan rencana kerja serta anggaran pendapatan dan belanja koperasi selama satu tahun;
- Menyelenggarakan rapat anggota, sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun;
- Mengajukan laporan dan pertanggungjawaban kinerjanya pada rapat anggota;
- Memelihara daftar buku anggota dan pengurus.

Hal ini menunjukkan pengurus juga memiliki tugas dalam hal administrasi dan inventaris. Selain memiliki tugas, pengurus koperasi juga diberikan wewenang dalam pengelolaan koperasi, antara lain:
- Pengurus menjadi wakil koperasi dalam melakukan hubungan, baik di dalam maupun di luar koperasi;
- Memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian anggota;
- Melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan kemanfaatan koperasi sesuai dengan tanggung jawab pengurus dan keputusan rapat anggota.

Tidak selamanya pengurus koperasi menjalankan kegiatan usahanya sendiri. Pengurus dapat mengangkat pengelola koperasi sebagai bentuk profesionalisme usaha. Bagaimanakah hubungan kerja di jalankan? Pada dasarnya, hubungan antara pengurus dan pengelola koperasi merupakan sebuah ikatan kerja yang terikat. Pengelola harus mempertanggungjawabkan kinerjanya kepada pengurus. Ketentuan tentang pengangkatan pengelola koperasi dapat dijelaskan berikut ini. Pengurus koperasi dapat mengangkat pengelola koperasi yang diajukan dalam rapat anggota. Apabila disetujui dalam rapat anggota, pengelola koperasi telah dapat menjalankan tugasnya. Adanya pengelola ini tidak mengurangi tanggungjawab pengurus koperasi dalam menjalankan tugas dan wewenangnya.

c. Pengurus
Setiap usaha pasti ada pihak atau lembaga yang mengawasi jalannya kegiatan, tidak terkeduali koperasi. Badan usaha ini juga membutuhkan pengawas untuk mengawasi pelaksanaan kebijakan koperasi. Pengawas koperasi dipilih dari dan oleh anggota koperasi dalam rapat anggota. Dengan demikian, pengawas bertanggungujawab kepada rapat anggota. Hasil pengawasannya harus dirahasiakan dari pihak ketiga. Apa sajakah tugas dan wewenang dari pengawas koperasi? Pengawas koperasi memiliki tugas antara lain:
- Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kinerja pengelolaan koperasi yang bersangkutan;
- Membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasannya selama periode tertentu, dan dilaporkan dalam rapat anggota.

Wewenang pengawas koperasi antara lain:
- Melakukan penelitian terhadap catatan-catatan yang ada pada koperasi;
- Meminta keterangan-keterangan yang diperlukan sebagai bahan laporan pengawasan.

Tagged as: perangkat organisasi koperasi .

Leave a Reply

Your email address will not be published.


4 − = zero

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>