Persekutuan komanditer

Persekutuan komanditer – Persekutan merupakan sebuah kerja sama dalam semua bidang untuk melakukan kegiatan secara bersama. Dalam bidang ekonomi kita mengenal istilah persekutuan komanditer (Commanditaire Vennootschap atau CV). Sama halnya dengan firma dalam postingan pengertian firma sebelumnya, CV juga termasuk kerja sama di bidang ekonomi. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan CV?

CV adalah bentuk persekutuan yang terdiri atas beberapa orang yang menjalankan usaha dan ada beberapa orang yang hanya menyetorkan modal. Dalam bidang ekonomi, sekutu yang hanya menyerahkan modal disebut sekutu komanditer. Mereka ini tidak takut ikut campur dalam pengelolaan CV dan sebatas penyetoran modal.

Dalam CV terdapat dua macam sekutu sebagai berikut:
- Sekutu aktif atau sekutu komplementer merupakan sekutu yang ikut mengelola CV dan memimpin kegiatan usaha di CV tersebut. Sekutu ini memiliki tanggung jawab atas segala risiko yang terjadi.
- Sekutu pasif/sekutu komanditer merupakan sekutu yang hanya menyerahkan modalnya pada sekutu aktif. Selain itu, sekutu ini juga tidak ikut bertanggung jawab mengelola CV. Dengan demikian, tanggung jawab sekutu ini hanya terbatas pada modal. apabila terjadi risiko kerugian, tanggung jawab dibebankan kepada sekutu komplementer.

Dua sekutu ini harus menyetorkan modal usaha secara bersamaan untuk mendapatkan keuntungan. Keuntungan yangh diperoleh tiap-tiap sekutu tergantung pada besar kecilnya modal yang disetorkan. Nah, dapatkah kamu menyebutkan contoh badan usaha yang berbentuk CV? Jika kamu memperhatikan lingkungan sekitarmu, pasti akan menjumpai badan usaha bentuk ini. Misalnya, usaha jasa transportasi, kontraktor, atau jasa teknologi informasi.

Selama ini tidak ada peraturan khusus berkaitan dengan pendirian CV. Dengan demikian, pendirian CV sama halnya dengan pendirian firma. Di negara kita, pendirian CV melibatkan notaris. Hal ini untuk menunjukkan bahwa CV tersebut mendapatkan pengakuan dari pemerintah. Pendirian CV didasarkan pada akta notaris (autentik) yang didaftarkan pada kepeniteraan pengadilan negeri setempat dan di umumkan dalam ktambahan berita negara RI. Untuk mengetahui secara jelas pendirian CV, berikut diuraikan tahap-tahapam pendiriannya.

a. Pendirian CV diwajibkan untuk mendaftarkan akta pendiriannya kepada penitera PN yang berwenang. Hal ini sesuai dengan pasal 23 KUHD. Yang didaftarkan hanyalah akta pendiriannya atau ikhtisat resminya sesuai dengan pasal 24 KUHD.
b. Par pendiri CV diwajibkan untuk mengumumkan ikhtisar resmi akta pendiriannya dalam tambahan berita negara RI (pasal 28 KUHD).

Akan tetapi, kedua kewajiban ini biasanya dilimpahkan kepada pejabat notaris yang membuat akta pendiriannya.

Sebagai badan usaha bersama, CV terbentuk atas dasar kepercayaan dari tiap-tiap sekutu. Tidak mengherankan jika perkembangannya akan tergantung dari pengelolaan tiap-tiap sekutu yang terlibat di dalamnya. Oleh karena itu, CV sebagai salah satu badan usaha swasta juga memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri.

Kelebihan persekutuan komanditer (CV) sebagai berikut:
- Modal yang digunakan untuk menjalankan usaha dapat diperoleh dengan cepat. Selain itu, jumlahnya juga cukup besar karena ada sekutu yang bergabung dalam badan usaha ini.
- Sebagai badan usaha yang cukup besar, pinjaman modal dari pihak ketiga (bank) dapat lebih mudah diperoleh.
- Badan usaha ini lebih mudah didirikan oleh para sekutu perusahaan.
- Adanya sekutu komanditer memberikan peluang bagi investor untuk mengivestasikan modalnya di perusahaan.
- Manajemen pengelolaan dijalankan oleh sekutu aktif yang ahli di bidangnya masing-masing.

Kelemahan persekutuan komanditer (CV) sebagai berikut:
- Kelangsungan usaha CV kurang terjamin karena pengelolaan usaha diserahkan kepada sekutu komplementer.
- Tanggung jawab sekutu komplamenter tidak terbatas sehingga dimungkinkan adanya penyelahgunaan kekuasaan oleh sekutu tersebut, sedangkan sekutu komanditer hanya menerima pembagian keuntungan.
- Sekutu komanditer akan kesulitan untuk menarik modal yang telah disetorkan ke perusahaan.
- Kemungkinan terjadi perselisihan antar sekutu komplementer jika sekutunya lebih dari satu orang.

Tagged as: persekutuan komanditer .

One comment on “Persekutuan komanditer

  1. Harish June 19, 2012 6:55 am

    Selamat pagi pak,Bagaimana perlakuan pajak dari bunga yang teirma dari teman (wpop) yang meminjam uang saya.(wpop). jika kena pajak final atau tidak final?sebelumnya saya ucapkan teirma kasih atas penjelasannya.salam kenal,Hendra

Leave a Reply

Your email address will not be published.


8 − = five

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>