Relief daratan

Relief daratan – Bentuk muka bumi ini bermacam-macam dan tidak hanya meliputi daratan, tetapi juga dasar laut. Baik permukaan bumi daratan maupun dasar laut tidaak rata seperti yang kita duga, melainkan berbeda-beda tinggi rendahnya. Selain itu perlu kita ketahui bahwa bentuk muka bumi ini tidak tetap, melainkan selalu berubah dari waktu ke waktu. Perubahan itu disebabkan oleh tenaga yang berasal dari dalam bumi dan tenaga yang berasal dari luar bumi. Tenaga yang berasal dari dalam bumi disebut tenaga endogen dan yang berasal dari luar disebut tenaga eksogen. Bentuk muka bumi hasil tenaga endogen dan eksogen antara laian meliputi gunung, pegunungan, dataran tinggi, peneplain, dataran rendah, dan delta.

Gunung

Gunung adalah muka bumi yang berbentuk kerucut atau kubah yang berdiri sendiri. Walaupun bersambungan dengan gunung yang lain, tetapi masih dapat menunjukkan bagian yang masih terpisah dari yang lain. Tinggi gunung dinyatakan dengan meter di atas permukaan laut. Misalnya 2500 m di atas permukaan laut.

Pada umumnya gunung merupakan gunung apai yang masih utuh dengan kepundan di tengahnya ataupun hanya merupakan sisa dari gunung api lama yang telah terpotonng-potong oleh letusan yang hebat pada masa lampau. Gunung Muria, Ciremai, dan Lampo Batang adalah contoh gunung-gungung yang berdiri sendiri dikelilingi oleh dataran rendah yang luas.

Pegunungan

Pegunungan berbentuk pada waktu terjadi gerakan kerak bumi yang dalam dan luas. Gerakan vertikal (ke atas dan ke bawah) yang terjadi di dalam kerak bumi menyebabkan retakan dan sesar yang mennghasilkan pegunungan atau gungung bungkah dan platar. Gerakan menyamping menyebabkan batuan kerak bumi terlipat dan menghasilkan pegunungan atau gunung lipatan. Dalam waktu yang lama gunung yang tinggi terkena gaya eksogen (pelapukan) dan erosi (pengikisan) akan susut menjadi bukit dengan lereng yang landai.

a. Pegunungan Lipatan
Terbentuknya pegunungan lipatan disebabkan oleh terlipatnya strata (lapisan) sedimen yang besar karena tekanan dari dalam bumi. Karena proses pelipatan, lebar strata sedimen menciut sedangkan tebalnya bertambah. Lapisan strata sedimen yang terlipat itu disebut lipatan atas atau antiklinal, dan yang terlipat ke bawah dinamakan lipatan bawah atau sinklinal. Pegunungan lipatan yang paling muda adalah hasil pengangkatan pada zaman Tersier, yaitu Sirkum Mediteran dan Sirkum Pasifik. Kepulauan Indonesia dilalui oleh kedua lipatan pegunungan tersebut.

Pegunungan yang lebih tua di Eropa adalah pegunungan Yura (Perancis) dan pegunungan Penin (di Inggris); di benua Amerika adalah pegunungan Applacia dan Brasilia. Pegunungan yang paling itua terbentuk pada zaman Primer (Paleozoikum), di antaranya Pegunungan Skandinavia dan Pegunungan Australia Timur (Australina Aps dan Blue Mountains).

b. Pegunungan hasil pengangkatan kerak bumi
Pegunungan yang dihasilkan oleh pengangkatan kerak bumi khususnya sepanjang garis sesar atau garis retakan, dinamakan pegunungan bungkah atau horst.

c. Pegunungan sisa
Pegunungan ini terjadi bila pegunungan yang tinggi terkikis oleh denudasi dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena itu, sering juga disebut gunung denudasi atau gunung relik.

d. Perbedaan pegunungan muda dengan tua
- Pegunungan muda pada umumnya tinggi, dengan puncak runcing dan lerengnya relatif curam serta memiliki gunung-gunung api yang masih aktif.
- Pegunungan tua pada umumnya merupakan pegunungan yang relatif rendah, dengan puncaknya tumpul, lerengnya landai dan tidak aktif.

e. Teori-teori tentang terjadinya pegunungan
- Teori kontraksi (oleh Descartes, Suess, dan Beaumont) Teori ini mengatakan bahwa bola bumi telah lama mendingin, oleh karena itu kulitnya pun mengkerut, seperti kulit jeruk yang kering. Kerutan inilah yang kita kenal sebagai pegunungan lipatan sekarang ini (contraction = mengerut).

- Teori pergeseran benua (oleh Wegener) Berpendapat bahwa sebelum zaman Karbon (300 juta tahun yang lalu). semua benua tergabung dalam satu benua. Benua itu disebut pangaea. Ketika itu Kutub Selatan Bumi berada di Afrika Selatan yang sekarang ini, yang juga terletak berdekatan dengan Brasilia, India, dan Australia Barat. Kemudian benua yang besar itu terpecah-pecah dan bergeser secara horizontal, hingga tercapai letaknya yang sekarang ini. Amerika Utara dan Selatan bergeser ke barat, Antartika dan Australia masing-masing ke selatan dan tenggara. Karena pergeseran-pergeseran ini terbentuklah pegunungan-pegunungan. Misalnya: Pegunungan yang memanjang di sebelah barat Amerika Utara dan Selatan.

Dataran Tinggi

Dataran tinggi ialah daerah-daerah datar yang luas di tempat-tempat tinggi sebagai hasil erosi dan sedimentasi. Dataran tinggi dinamakan plato (plateau), contohnya Dataran Tinggi Dekkan, Dataran Tinggi Gayo, Dataran Tinggi Alas, Dataran Tinggi Dieng, dan Dataran Tinggi Malang.

Peneplain

Puncak gunung yang baru terbentuk lazimnya licin dan halus. Bila terkikis oleh hujan, angin, dan mengalami pelapukan dalam waktu yang lama, puncak itu menjadi kasar. Pada usia tua sebagai akibat pelapukan serta pengikisan itu akhirnya pegunungan tadi susut menjadi permukaan yang hampir datar, yang disebut peneplain. Di beberapa tempat masih terdapat bukit-bukit kecil sisa bagian-bagian gunung yang keras, sisa-sisa gunung itu disebut monadnock.

Dataran Rendah

Dataran rendah ialah daerah-daerah datar yang luas sampai ketinggian 200 m dari permukaan laut, hasil sedimentasi. Misalnya dataran rendah pantai utara Pulau Jawa, pantai timur Sumatera, pantai barat, selatan, timur, Kalimantan, dataran rendah di negeri Belanda dan sebagainya. Dataran rendah di Indonesia pada umumnya dataran rendah aluvial hasil dari sedimentasi sungai dan biasanya berhadap dengan pantai landai laut dangkal.

Delta

Delta terjadi di muara sungai akibat sedimentasi permukaan air. Macam-macam delta sebagai berikut.
- Delta lobben (kaki burung), tumbuh dengan cepat, contohnya delta Missippi.
- Delta tumpul (busur), keadaannya tetap, contohnya delta Nil dan Tiger.
- Delta runcing, yaitu delta yang makin lama makin sempit.
- Estuaria, yaitu bagian yang rendah dan luas dari mulut sungai, ke mana air laut mengalir waktu pasang naik.

Tagged as: relief daratan . yhs-fh_lsonsw . gambar relief daratan . relief dataran .

Leave a Reply

Your email address will not be published.


9 × = seventy two

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>