Simbiosis parasitisme

Simbiosis parasitisme – Simbiosis parasitisme adalah hubungan erat antara dua jenis organisme. Dari hubungan tersebut, satu pihak mendapatkan keuntungan, sedangkan yang lainnya mendapatkan kerugian. Organisme yang mendapatkan keuntungan disebut parasit. Bentuk hubungan semacam itu banyak ditemukan di sekitar kita, misalnya benalu dan tali putri yang hidup pada ranting pohon, Rafflesia yang hidup pada akar pohon, serta berbagai jenis cacing, bakteri, dan mikroorganisme lain yang hidup pada tubuh manusia ataupun hewan lainnya.

Benalu dan pohon inang

Benalu termasuk tumbuhan biji dan bedaun hijau. Akar tumbuhan itu tidak sempurna sehingga tidak mampu menyerap air dan hara langsung dari tanah. Untuk memenuhi kebutuhan akan air dan hara, benalu menumpang pada ranting tumbuhan jenis lain. Akarnya berupa alat isap yang disebut haustoria yang menembus kulit masuk ke jaringan pengangkat. Dari jaringan itulah benalu menyerap air dan hara yang terlarut di dalamnya. Dengan demikian, tumbuhan inang mengalami kerugian karena air dan hara yang akan digunakan untuk hidupnya diserap oleh benalu. Akibat dari kegiatan benalu tersebut, biasanya ujung ranting tanaman yang ditumpanginya mengecil, kurus, dan akhirnya mati.

Rafflesia dengan tumbuhan inangnya

Bunga bangkai atau rafflesia arnoldi hanya ditemukan di hutan cagar alam di Bengkulu. Tumbuhan itu termasuk tumbuhan langka yang dilindungi oleh undang-undang. Rafflesia hidup sebagai parasit pada akar tumbuhan lain. Tubuh yang menyembul di atas permukaan tanah adalah bunganya, sedangkan bagian tubuh lain tertanam di akar yang tertutup tanah. Benang-benang akarnya masuk ke dalam jaringan akar. Dari jaringan itulah Rafflesia menyerap zat yang diperlukan.

Parasit lain

Di alam sekitar kita banyak jenis parasit yang secara langsung ataupun tidak langsung sangat merugikan manusia, di antaranya ada yang menyerang tanaman atau hewan. Bahkan, banyak jenis organisme yang langsung sebagai parasit pada manusia, misalnya bakteri, jamur, hewan bersel satu, dan cacing.

Pada gambar di samping tampak contoh hewan parasit cacing tambang yang menyebabkan penyakit. Cacing-cacing kecil itu melekat pada dinding usus manusia. Di dalam usus, cacing itu mengisap darah dan mengeluarkan racun yang dapat membahayakan penderita.

Tagged as: simbiosis parasitisme . contoh simbiosis parasitisme . simbiosis parasitisme beserta contohnya . parasitisme .

3 comments on “Simbiosis parasitisme

  1. DZZZ April 12, 2012 1:44 pm

    keren nih bro,, smua Simbiosis udh gw bka dan lengkapp (Y)
    thx bro dh bsa nyelesain tgs gue^_^V

  2. Mahdea December 10, 2012 9:47 am

    ada yang lain gak contoh nya ?
    biar tambah banyak

  3. yus February 3, 2013 11:49 am

    tmbh lagi ya ni aku contohnya kurang….

Leave a Reply

Your email address will not be published.


+ 3 = ten

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>