Tanda-tanda gempa bumi
January 23, 2012 | In: Pendidikan, Tips
Tanda-tanda gempa bumi – Ada satu hal yang mungkin dapat dipakai sebagai pertanda atau tanda-tanda akan adanya gempa bumi. Walaupun tanda-tanda tersebut tidak dapat dipakai sebagai ukuran yang sepenuhnya tepat, tetapi minimal dapat kita pakai sebagai pedoman untuk berjaga-jaga jika terjadi bencana gempa bumi, tsmunami maupun gunung meletus. Fenomena-fenomena yang mungkin dapat dipakai sebagai pedoman akan terjadi suatu bencana adalah berikut ini.
- Munculnya awan gempa
Tepat pada hari rabu tanggal 12 juli 2006 masyarakat Kota Yogyakarta dikejutkan dengan warna putih memanjang di langit. Selanjutnya lima hari setelah peristiwa tersebut Pangandaran diguncang gempa dan tsunami sehingga menimbulkan sejumlah korban.
Peneliti geomagnetik dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) memperlihatkan gambar-gambar awan khusus yang muncul sebelum terjadi beberapa gempa. Awan khusus ini dinamakan awan gempa, yang berbeda dengan awan yang terjadi karena terjadi kondensasi uap air di atmosfer. Apadun awan gempa terjadi karena terjadi gesekan di sumber gempa atau episentrum. Gesekan tersebut lama-kalamaan membuat retakan di dalam bumi sehingga menimbulkan panas, mendidihkan air tanah, kemudian menguap. Karena temperatur dan tekanan sangat tinggi, uap air keluar melalui celah-celah retakan menuju permukaan bumi. Pada ketinggian tertentu uap tersebut bertemu dengan udara dingin dan terbentuklah awan.
Menurut penelitian dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) awan-awan tersebut selalu muncul sebelum terjadi gempa bumi dengan kekuatan di atas 5,5 SR. Awan gempa biasanya muncul hanya sehari, kemudian menghilang sampai terjadi gempa bumi. Jarak antara munculnya awan gempa dan terjadinya gempa bumi sekitar 1-100 hari.
- Gempa pendahulu
Beberapa gempa kecil sebagai pendahulu sebelum terjadi gempa besar, yang selama ini dianggap sepele dan tidak diperhitungkan.
- Perubahan air tanah
Air tanah mengalami berbagai perubahan, seperti ketinggian air sumur atau sumber mata air berubah, perubahan suhu air, air menjadi keruh dan rasanya menjadi tidak enak.
- Perubahan magnet lokal
Perubahan pada medan magnet lokal.
- Hewan berperilaku aneh
Perubahan perilaku hewan-hewan menjadi aneh dan cenderung berubah dari biasanya. Hal ini berkaitan dengan perubahan fenomena elektrosatik atau gempa pendahuluan ringan.
- Regangan lempeng tektonik
Perubahan regangan dan rayapan lempeng tektonik yang pelan dan tidak disertai dengan gempa pendahuluan.