Tugas pokok bank

Tugas pokok bank – Untuk memahami tugas-tugas pokok bank, terlebih dahulu harus diketahui jenis-jenis bank, karena masing-masing jenis bank mempunyai tugas pokok sendiri-sendiri. Di Indonesia terdapat tiga jenis bank, yaitu Bank Sentral, Bank Umum, dan Bank Perkreditan Rakyat. Tiga jenis bank akan dibicarakan satu per satu berikut tugas pokoknya masing-masing.

 

Bank sentral

Bank Sentral adalah bank yang berfungsi mengurus peredaran uang dalam negeri, mengawasi bank-bank lain, dan memajukan lalu lintas pembayaran luar negeri. Bank sentral di Indonesia ialah Bank Indonesia yang disingkat BI. Bank Indonesia merupakan bank milik negara dan menurut UU No. 13 Tahun 1968, merupakan badan hukum yang berhak melakukan tugas dan usaha. Bank Indonesia berkantor pusat di ibu kota negara dan mempunyai kantor di seluruh wilayah RI, serta mempunyai perwakilan dan koresponden di luar negeri.

Tugas pokok bank sentral, meliputi:

  • Mengatur peredaran uang. BI merupakan satu-satunya bank di Indonesia yang diberi wewenang untuk mengedarkan uang. Oleh karena itu, BI juga disebut bank peredaran atau bank sirkulasi. BI mempunyai hak tunggal untuk mengeluarkan uaang kertas dan uang logam sebagai alat pembayaran yang sah.
  • Mengatur, menjaga, dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Untuk melaksanakan tugas pokoknya yang kedua, BI menyimpan sejumlah emas yang nilainya sama dengan nilai uang yang beredar di masyarakat. Emas tersebut sebagai jaminan apabila situasi ekonomi kacau dan masyarakat tidak mempercayai uang sebagai alat pembayaran yang sah.
  • Memberikan kredit kepada bank-bank di seluruh Indonesia.
  • Mengawasi bank-bank di seluruh Indonesia.
  • Menetapkan bunga bagi para peminjam uaang dan para penabung atau penyimpan uang di bank.
  • Bertindak sebgai pemegang kas negara.
  • Mendorong dan mengerahkan dana masyarakat agar di tabung di bank yang selanjutnya dapat digunakan sebagai modal pembangunan.
  • Memperluas dan memperlancar serta mengatur lalu lintas pembayaran giral.
  • Menyelenggarakan kliring antar bank.
  • Menyusun rencana devisa untuk diajukan kepada pemerintah.
  • Menyelenggarakan kegiatan yaang berkaitan dengan pembayaran luar negeri.

 

Bank umum

Bank umum adalah bank yaang memiliki fungsi utama sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat serta pemberi jasa dalam lalu lintas pembayaran. Bank umum diatur dengan UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan. Bank umum yang melakukan kegiatan usaha perbankan dalam valuta asing disebut Bank Umum Devisa. Bank campuran ialah bank umum yang didirikan bersama oleh bank umum Indonesia dengan bank yang berkedudukan di luar negeri.

Contoh bank umum:
- Bank Mandiri (Persero);
- Bank Rakyat Indonesia (Persero);
- Bank Negara Indonesia (Persero);
- Bank Central Asia (milik swasta);
- Bank Niaga (milik swasta);
- Lippo Bank (milik swasta).

Tugas pokok bank umum, meliputi:

  • Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan giro, deposito berjangka, dan tabungan.
  • Memberi kredit kepada masyarakat dan para pengusaha.
  • Memindahkan uang (transfer) baik untuk kepentingan sendiri maupun kepentingan nasabah.
  • Menerbitkan surat pengakuan utang.
  • Melakukan kegiatan usaaha dalam valuta asing.

 

Bank perkreditan rakyat (BPR)

Bank perkreditan rakyat adalah bank yang fungsinya menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan deposito berjangka, tabungan, daan bentuk lain yang disamakan dengan itu, serta menyalurkan kembali dana tersebut kepada masyarakat terutama golongan mesyarakat ekonomi lemah/pengusaha kecil.

Contoh bank perkreditan rakyat (BPR):
- BKK (Bank Kredit Kecamatan);
- LPD (Lembaga Pembangunan Desa);
- BPR Shinta, berdiri di Prambanan, Yogyakarta;
- BPR Grogol Joyo, berdiri di Kec. Grogol, Kab. Sukoharjo.

BPR diatur dengan UU No. 7 Tahun 1992. Bentuk hukum BPR dapat memilih salah satu dari tiga macam jenis bentuk hukum yang berikut:
- Perusahaan daerah, khusus untuk bank milik pemerintah daerah
- Koperasi
- Perseroan Terbatas (PT)

Tugas pokok BPR, meliputi:

  • Memberikan pelayanan jasa perbankan (memberi kredit dan menerima simpanan uang) kepada atau dari pengusaha kecil dan msyarakat pedesaan.
  • Menyediakan pembiayaan bagi nasabah berdasarkan prinsip bagi hasil.
  • Wajib melakukan penilaian terhadap kemampuan dan kesanggupan debitor untuk melunasi utangnya sesuai dengan perjanjian.
  • Apabila akan melakukan usaha tukar menukar valuta asing, BPR harus memenuhi ketentuan dari Bank Indonesia.

Catatan:

  • Dalam melakukan usahanya, BPR dilarang menerima simpanan berupa rekening koran (giro), ikut serta dalam lalu lintas pembayaran, dan melakukan usaha tukar menukar valuta asing (kecuali telah memenuhi ketentuan dari BI).
  • BPR hanya boleh diusahakan oleh pemerintah daerah, koperasi, dan badan hukum yang beranggotakan WNI.
  • BPR hanya boleh didirikan di kota kecamatan atau desa (di luar kota kabupaten, kota provinsi, dan ibo kota negara).
Tagged as: tugas pokok bank . tugas pokok bank umum . tugas pokok bank sentral . tugas bank perkreditan rakyat .

Leave a Reply

Your email address will not be published.


× 6 = fifty four

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>